by

Taiwan Sediakan Fasilitas Karantina untuk PRT Migran Baru

Kementerian Tenaga Kerja (MOL) mengatakan bahwa Pekerja Rumah Tangga (PRT) Migran yang memasuki Taiwan mulai hari Jumat (27/3), semua akan menjalani karantina wajib 14 hari di fasilitas yang ditunjuk pemerintah, Sabtu (28/3/2020).

Dilaporkan Fokus Taiwan, langkah tersebut diambil untuk membantu meringankan masalah yang mungkin dihadapi para majikan dalam menemukan lokasi untuk karantina rumah PRT Migran mereka yang baru tiba yang memang harus dijalani semua orang yang datang di Taiwan, termasuk warga Taiwan sendiri.

Menurut MOL, fasilitas yang ditunjuk pemerintah tersebut termasuk 400 tempat tidur yang dikelola oleh Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MHW) dan 230 tempat tidur lainnya sedang direncanakan dengan bantuan asosiasi agen tenaga kerja.

Sedangkan semua biaya akan ditanggung oleh pemberi kerja. Karena terbatasnya jumlah tempat tidur, majikan perlu memiliki dokumen resmi mulai hari Sabtu (28/3) untuk membuktikan bahwa pekerja baru mereka telah disetujui untuk tinggal di salah satu fasilitas yang tersedia sebelum PRT Migran dapat dibawa ke negara tersebut.

Sementara itu, PRT Migran yang baru tiba di sektor manufaktur akan melakukan karantina wajib mereka di lokasi yang diselenggarakan oleh perusahaan atau broker mereka dan disetujui oleh pemerintah untuk memenuhi persyaratan karantina, misalnya seperti satu orang per kamar.

Taiwan menerapkan karantina wajib pada semua PRT Migran, terlepas dari mana asal negaranya, mulai dari mereka yang naik pesawat setelah pukul 4 malam sejak tanggal 17 Maret lalu.

Karantina juga meluas ke pekerja migran yang sedang berlibur dan kembali ke Taiwan. Karantina adalah salah satu langkah pencegahan pemerintah terhadap penyebaran penyakit Covid-19 yang telah menyebabkan penutupan seluruh kota dan larangan bepergian.

Menurut statistik MOL, hingga Kamis (26/3), 2.758 pekerja migran, yang terdiri dari 1.732 pekerja produksi dan 1.026 pekerja rumah tangga dan pengasuh, sedang berada di karantina.

Pada konferensi pers harian Pusat Komando Epidemi Taiwan (CECC) pada hari Jumat (27/3), Wakil Menteri Tenaga Kerja Liu Shih-hao (劉士豪) mengatakan semua biaya yang dikeluarkan oleh pekerja migran akan dibayar oleh majikan mereka.

“Namun, majikan tidak harus mulai membayar gaji kepada pekerja migran mereka karena secara teknis para pekerja tersebut belum mulai bekerja. Tetapi disarankan agar majikan membayar gajinya,” kata Liu seperti yang dikutip dari Focus Taiwan.

Hingga Jumat (27/3), Taiwan melaporkan ada 267 kasus virus corona yang dikonfirmasi, termasuk dua kematian.

News Feed