by

Mulai 30 Maret Kota Tegal Lockdown Selama 4 Bulan

Pemerintah Kota Tegal melalui Wali Kota Dedy Yon Supriyono memutuskan untuk menerapkan lokal Lockdown dan menutup total akses ke wilayahnya selama empat bulan ke depan guna menekan penyebaran virus corona (COVID-19) karena dinilai semakin mengkhawatirkan. Local lockdown ini akan diterapkan pada 30 Maret 2020 dan berakhir 30 Juli 2020.

Dilansir dari Detik.com, Nurul Nadia, konsultan kesehatan masyarakat dari Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) menerangkan Lockdown mampu menekan penyebaran Covid-19 hingga 70 persen.

“Lockdown itu merupakan bagian dari physical distancing tapi memang yang lebih agresif, tidak hanya berupa imbauan. Sebenarnya tujuan dari lockdown itu sama seperti physical distancing yaitu mengurangi kontak dari orang ke orang supaya penyebaran virusnya melambat sampai 50-70 persen,” jelas Nurul Jumat (27/3/2020).

Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah mengatakan, meski lockdown akan berdampak pada ekonomi Tegal sendiri. Sebab, aktivitas ekonomi akan menyusut. Namun lockdown yang diterapkan kota Tegal tidak akan mengganggu arus logistik, baik menuju Jakarta maupun keluar Jakarta, sehingga dampaknya ke arus logistik bisa dikatakan tidak ada.

“Lockdown-nya Tegal ini kan sudah dikonfirmasi, baik Wali Kota maupun Gubernur Jateng. Lockdown itu isolasi terbatas bukan lockdown sepenuhnya lockdown karena arus logistik masih jalan, arus antar provinsi masih jalan karena kita tahu bahwasanya tol di luar kota,” kata Piter.

Selain di Kota Tegal, beberapa wilayah di Indonesia seperti Kalimantan Timur juga telah menerapkan local lockdown. Menyusul, Kepolisian Surabaya juga tengah merencanakan langkah serupa.

Comment

News Feed