by

Sulit Membujuk PRT Migran Untuk Tetap di Rumah, Para Majikan Merasa Stress

Sulit membujuk para pekerja rumah tangga (PRT) migran untuk tidak meninggalkan rumah agar tidak berkumpul atau berada di keramaian pada hari liburnya, para majikan mengaku merasa tertekan, Kamis (26/3/2020).

Dilansir dari Stheadline.com, Ketua Asosiasi Pekerja dan Pengusaha Rumah Tangga Hong Kong mengatakan bahwa banyak majikan menginginkan PRT Migran tinggal di rumah pada hari libur untuk mengurangi risiko infeksi. Praktiknya untuk saat ini adalah majikan harus bernegosiasi dengan PRT Migran mereka untuk tetap di rumah tanpa bekerja atau membayarnya jika mereka bekerja.

Tetapi beberapa majikan mengeluh dan meminta bantuan karena mengaku kesulitan untuk membujuk PRT-nya. Bahkan beberapa PRT Migran lebih memilih untuk mengakhiri kontrak daripada harus libur di rumah. Beberapa majikan mengaku tertekan, dan mereka khawatir bahwa berkumpulnua PRT Migran di jalan akan meningkatkan risiko infeksi Covid-19.

Rong Mashaner menyambut permohonan banding konsulat Filipina di Hong Kong, dan juga mengatakan bahwa majikan akan mengizinkan PRT Migran mengambil liburan pada hari Minggu dengan syarat harus menghindari titik berkumpul PRT Migran.

Sementara itu Konsulat Filipina di Hong Kong mengatakan melalui jejaring sosial kemarin bahwa enam orang Filipina di Hong Kong telah didiagnosis terjangkit Covid-19. Dengan begitu jumlah orang Filipina yang tinggal di rumah sakit saat ini menjadi 13 orang di Hong Kong.

Pihak Konsulat meminta komunitas Filipina di Hong Kong untuk tetap tinggal di rumah sebanyak mungkin.

“Jika Anda perlu keluar, hindari pergi ke tempat-tempat ramai dan jaga jarak sosial,” kutipan imbauan Konsulat Filipina di Hong Kong.

Comment

News Feed