by

Indonesia Hentikan Sementara Penempatan Pekerja Migran Per 20 Maret

Berdasarkan surat keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia nomor 151 tahun 2020 yang diterbitkan tanggal 18 Maret, pemerintah Indonesia melakukan penghentian sementara penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) per tanggal 20 Maret 2020.

Surat Keputusan Menaker tersebut sesuai dengan pernyataan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) sebelumnya yang mengatakan akan melakukan upaya pencegahan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) terkait penetapan wabah virus Corona (Covid-19) sebagai pandemi. Pemerintah akan menghentikan sementara pengiriman pekerja migran ke negara terdampak virus Corona.

“Berdasarkan hasil rapat video conference Selasa, 17 Maret, pemerintah berencana melakukan penghentian sementara penempatan PMI ke negara-negara yang terdampak wabah virus Corona. Pemerintah segera akan menerbitkan Keputusan Menaker,” ujar Deputi Penempatan BP2MI Teguh Hendro Cahyono seperti dikutip detik.com, Rabu (18/3/2020).

Melalui SK tersebut Menaker menyebutkan bahwa penghentian sementara penempatan berlaku bagi semua pekerja migran baik PMI yang proses melalui PJTKI, proses mandiri dan yang bekerja di perusahaan resmi pun anak buah kapal, semua dihentikan sementara. Kecuali untuk calon PMI yang pada saat surat keputusan diterbitkan telah memiliki visa kerja untuk di berangkatkan dan atau sedang bekerja di negara penempatan.

Berdasarkan data penempatan PMI yang tercatat dalam Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri (SISKOTKLN) BP2MI, jumlah pekerja migran yang bekerja di Malaysia sejak 2018 hingga Januari 2020 sebanyak 21.486 orang , Taiwan sebanyak 17.222 orang, Hong Kong sebanyak 17.013 orang, Singapura 4.681 orang, dan Saudi Arabia 1.738 orang. Para PMI tersebut bekerja pada sektor domestic worker, caregiver, plantation worker, operator, worker, dan sektor lainnya.

Sedangkan jumlah penempatan PMI program kerja sama pemerintah Government to Government (G to G) Jepang pada 2018 Maret 2020 di sektor nurse dan care worker sebanyak 990 orang. Untuk program penempatan pemerintah G to G Korea Selatan sebanyak 13.617 orang yang kesemuanya bekerja pada sektor manufaktur dan perikanan.

News Feed