by

Seorang PMI Tertipu Pacar yang Mengaku Polisi

Seorang perempuan pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Singapura, menjadi korban penipuan dengan total kerugian hingga puluhan juta oleh pacarnya sendiri yang bernama Rio (45th). Pria tersebut mengaku menjadi seorang polisi dari satuan Intelkam Polda Sumsel, Sabtu (22/2/2020).

Dilansir dari Kompas, aksi polisi gadungun itu mulai diketahui oleh calon mertuanya, Ruminah (54th) yang curiga dengan perilaku tersangka yang kerap meminta uang kepada anaknya, selama tiga tahun berpacaran dengan Munawaroh yang sedang mengadu nasib di Singapura.

“Dia ngakunya polisi Intel Polda Sumsel. Tetapi selalu minta uang kepada anak saya, akhirnya saya cari tahu dan ternyata dia bukan polisi. Sehingga langsung kami laporkan,” kata Ruminah seperti dikutip Kompas.

Kasi Propam Polrestabes Palembang Kompol Dasril Efendi menjelaskan, selama tiga tahun menjalin asmara, tersangka mengaku sebagai anggota polisi yang bertugas di Direktorat Intelkam Polda Sumatera Selatan.

“Tiga tahun pacaran, Munawaroh selalu dimintai uang oleh Rio, mulai dari Dp rumah hingga motor yang nilainya mencapai Rp 30 juta,” ujar Dasril.

Rio ditangkap dengan cara dipancing oleh petugas, agar melakukan pertemuan dengan anak korban yang berinisial RI (15th), untuk memberikan uang Rp 3 juta yang diminta oleh tersangka.

“Setelah diperiksa, ternyata pelaku bukan anggota polisi. Ia mengaku sebagai anggota polisi hanya untuk memeras uang korban,” tutur Dasril.

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan barang bukti berupa uang Rp 3 juta serta satu unit motor honda beat. Selanjutnya, tersangka diserahkan ke Satreskrim Polrestabes Palembang untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tersebut.

“Satreskrim yang akan melanjuti kasus ini. Untuk total kerugian korban diperkirakan mencapai Rp 30 juta,” tambah Dasril.

Menurut Dasril, selama berpacaran dengan korban, tersangka meminta uang untuk biaya DP rumah dan motor kepada anaknya, dengan modus akan digunakan bersama ketika mereka menikah.

“Saya minta pelaku dihukum setimpal, karena keluarga kami sudah dirugikan,” kata Rusminah.

Sementara itu, Rio mengaku nekat mengaku sebagai anggota polisi gadungan karena ingin mendapatkan hati Munawaroh. Seragam yang sering dipakainya ketika melakukan panggilan video call dengan korban, Rio beli di pasar. Rio juga mengaku setelah mendapatkan hati Munawaroh, dirinya mulai memanfaatkan korban dengan meminta uang, untuk pembayaran DP rumah sampai membeli sepeda motor.

News Feed