by

Keluhan Penjual Bunga di Tengah Cengkraman Virus Corona

Tanggal 14 Februari terkenal dengan sebutan hari kasih sayang, yang biasanya diperingati oleh manusia dewasa di berbagai belahan dunia dengan memberikan sekotak coklat atau bunga untuk orang-orang yang dikasihi, Jumat (14/2/2020).

Namun tahun ini, Hong Kong dan negara lainya tengah diserang wabah virus corona yang mengakibatkan ribuan orang terinfeksi dan meninggal. Hal itu mengakibatkan kerugian yang tidak terhitung jumlahnya, begitu juga dengan para penjual bunga karena kesulitan menjual karangan bunga mahal kepada pelangan yang ingin menunjukkan perasaan mereka kepada orang-orang terkasih.

“Impor bunga mawar untuk penjualan di Hari Valentine bukan dari Tiongkok. Mereka tidak akan menularkan virus,” pemberitahuan yang tertulis di kertas.

Pemilik Toko Bunga Tiffany Fong mengatakan dia memasang tulisan tersebut di pasar bunga Mong Kok, karena beberapa pelanggannya tidak suka produk apa pun yang datang dari Tiongkok, jadi ia merasa perlu mengumumkan dengan jelas bahwa barang jualannya tidak berasal dari Tiongkok.

“Beberapa orang juga takut dengan virus, dan kami tidak ingin menyebarkan kepanikan,” kata Tiffany kepada RTHK.

Menurut Tiffany dengan adanya sekolah-sekolah serta sebagian besar fasilitas umum ditutup, dan banyak pegawai yang bekerja dari rumah ketika pemerintah memberitakan ‘pengelompokan sosial’ sebagai senjata efektif melawan Covid-19 sehingga kerumunan orang masih jarang terlihat di Mong Kok.

Sedangkan Vendor lain yang diketahui bernama Mimi Cheng, mengeluh bahwa bisnisnya turun sekitar 70 persen tahun ini dibandingkan dengan yang lalu, karena mereka yang membeli karangan bunga berusaha membeli dengan harga yang paling murah.

“Mereka meminta seikat besar bunga seharga 200 dolar, namun kemudian masih terus menawar! Bukankah ini lucu? Aku ingin pingsan! Bungaku tidak gratis! Karena saya tidak menanamnya sendiri, jadi saya juga harus membeli dari orang lain,” keluh Mimi.

Namun, seorang guru bahasa Inggris, Michael, merasa senang dengan tawaran yang didapatnya, seikat bunga mawar berwarna-warni bisa dia miliki dengan harga HK$ 220 saja. Michael mengatakan, dia tidak berharap mendapatkan kesulitan untuk menemukan kursi kosong di restoran yang bagus, untuk dirinya dan teman kencannya malam ini karena banyak orang menghindari makan malam di luar.

“Sepertinya perayaan hari valentine kali ini tidak terlalu sibuk, menurut saya banyak orang memilih untuk tinggal di rumah karena takut virus corona. Saya mengakui banyak orang agak takut dengan epidemik ini. Tapi saya pikir, sejauh ini masih tetap baik-baik saja, karena semua restoran masih tetap buka,” tutur Michael yang tetap memilih merayakan hari Valentine bersama pasangannya.

Comment

News Feed