by

1,49 Juta Warga Hong Kong Antre Membeli Masker di Watson

Ratusan ribu warga Hong Kong antre untuk membeli masker di Watson. Warga memilih mencoba keberuntungan mereka secara online dibanding harus keluar dalam cuaca yang kurang bersahabat, Jumat (14/2/2020).

Antrean memanjang orang-orang yang berebut masker di berbagai ruas jalan dan tempat perbelanjaan sudah menjadi pemandangan akrab sehari-hari sejak virus Corona merebak. Namun kali ini situs jaringan farmasi Watson sanggup menarik lebih banyak orang untuk antre.

Seperti diberitakan oleh RTHK kesibukan telah dimulai pada tengah hari, ketika warga berlomba mendaftarkan detail pesanan mereka di situs web, untuk mendapat kesempatan membeli sekotak masker yang berisi 50 lembar masker. Namun, sebagian warga yanv mencoba untuk bergabung dalam antrean tersebut, mengaku hanya dalam waktu dua menit kemudian ternyata sudah ada 700.000 orang yang mengantre lebih dulu dari mereka.

Seorang warga Ma On Shan yang bermarga Cheung mengatakan, bahwa ia masuk ke situs tersebut pada pukul 12.02 siang, tetapi sistem web mengatakan kepadanya bahwa sudah ada 674.878 orang dalam antrian di depannya.

Meski begitu, Cheung tetap bertahan dan mulai mendapatkan sedikit harapannya sekitar pukul 12.33 siang, ketika sebuah pesan yang muncul mengatakan dia akan bisa segera masuk ke halaman pendaftaran, di mana dia harus mengisi namanya, nomor kartu ID, alamat email dan nomor handphone.

Namun, harapan berubah menjadi kekecewaan pada pukul 12:45, ketika Cheung menerima pesan lain yang berisi “Ups! Registrasi telah ditutup”.

Pada sekitar waktu yang sama, pihak Watson mengumumkan melalui media sosialnya bahwa ternyata meskipun pada puncaknya antrean mencapai 1,49 Juta orang, namun kenyataannya mereka hanya memiliki 30.000 kuota pendaftaran.

Warga yang cukup beruntung mendapat tempat atau antrean akan dikirimi email konfirmasi, dan pesan teks yang memberi tahu calon pembeli masker, bagaimana cara mereka agar bisa membayar dan mengambil pesanannya dari salah satu cabang Watson terdekat dari tempat tinggalnya.

Seorang pekerja universitas yang bermarga Ip termasuk di antara ratusan ribu warga yang gagal mengantre.

“Saya tahu saya tidak bisa membeli apa pun ketika saya melihat sekitar 200.000 orang sudah antre di depan saya. Meski demikian, pembelian online menurut saya lebih baik dibanding mesti pergi antre di jalanan,” kata IP kepada RTHK.

Seorang warga Tai Wai yang bermarga Ng merasa kecewa mendengar tentang batas hanya 30.000 pelanggan, karena dia mengira semua orang akan bisa mendaftar, dan kemudian menunggu waktu mereka untuk diberikan pesanan 1 kotak masker, ternyata tidak.

News Feed