by

Taiwan Imbau Penerbangan Pekerja Migran Tidak Transit di Hong Kong

Otoritas Ketenagakerjaan Taiwan mengimbau para majikan agar pekerja migran mereka yang datang ke Taiwan sebaiknya melalui penerbangan langsung dan tidak transit di Hong Kong atau Macau guna menghindari karantina selama 14 hari sesampainya di Taiwan, Rabu (12/2/2020).

Dilaporkan CNA, imbauan tersebut dikeluarkan setelah Pusat Komando Epidemi Sentral Taiwan (CECC) mengumumkan bahwa mulai tanggal 10 Februari, orang yang transit melalui Tiongkok, Hong Kong atau Macau sebelum tiba di Taiwan maka. akan dikenai “karantina rumah” selama 14 hari.

Dikutip dari thestandard, menurut Departemen Tenaga Kerja (MOL), saat ini sudah ada 16 orang pekerja migran yang berada di “karantina rumah” di tempat tinggal yang diatur oleh majikan mereka, karena mereka telah transit melalui Hong Kong atau Macau dalam perjalanannya ke Taiwan setelah aturan baru diberlakukan.

Kementerian menyarankan para majikan pekerja migran di Taiwan untuk mengatur agar pekerja mereka yang pergi ke Taiwan untuk bekerja, mengambil penerbangan langsung atau untuk transit di tempat lainya.

Pihak Kementerian juga mengingatkan pekerja migran bahwa mereka harus mendapatkan pemeriksaan kesehatan dalam waktu tiga hari setelah tiba di Taiwan, tetapi bagi para pekerja yang berada di “karantina rumah,” pemeriksaan kesehatan dapat dilakukan dalam waktu tiga hari setelah periode karantina berakhir.

Orang yang dikenai “karantina rumah” akan menerima panggilan pemeriksaan kesehatan setiap hari dari kepala lingkungan mereka dan juga di bawah pengawasan elektronik melalui telepon seluler mereka.

Orang-orang yang melanggar ketentuan karantina rumah mereka dapat dikenai denda maksimum NT$ 150.000 berdasarkan Undang-Undang Pengendalian Penyakit Menular Taiwan. Tindakan karantina telah diputuskan saat Taiwan memperketat pembatasan perjalanan agar Covid-19 tidak semakin menyebar di negara tersebut.

News Feed