by

Mengapa Perempuan Lebih Mudah Marah Saat Menjelang Datang Bulan?

Setiap perempuan memiliki keunikan dan daya tahan tubuh yang berbeda-beda ketika melewati masa menstruasi, proses alami perempuan di usia produktif ini sering kali harus dilewati dengan kesakitan yang luar biasa atau perubahan emosi yang menjadi lebih pemarah dan mudah tersinggung yang biasanya disebut PMS dan PMDD.

Menurut DokterSehat.Com, penyebab suasana hati perempuan tidak stabil menjelang mentsruasi ternyata bukan karena hormon, melainkan karena terjadinya respons sel otak yang disebut reseptor gamma-aminobutyric acid (GABA).

Diketahui dari hasil sebuah penelitian yang dilakukan dengan memindai otak perempuan yang menderita Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD) atau jenis gangguan disforik pramenstruasi, gejala PMDD ternyata bisa lebih parah daripada yang dialami oleh perempuan dengan Premenstrual Syndrome (PMS).

Hasil pemindaian pada beberapa otak perempuan dengan PMDD menunjukkan adanya peningkatan aktivitas di otak kecil berupa lonjakan yang tinggi yang menunjukkan kondisi emosi yang semakin buruk.

Fungsi sel GABA pada otak adalah untuk membatasi aktivitas-aktivitas yang terkait dengan stres dan kecemasan. Pada perempuan yang menderita PMDD, hormon progesteron akan mengubah bentuk reseptor GABA pada otak kecil yang bisa mengakibatkan sel mengalami kesulitan mengontrol perasaan cemas dan stres.

Antara 3 sampai 8 persen perempuan yang menderita PMDD mengalami depresi berat satu atau dua minggu sebelum waktu menstruasi tiba, dan iritasi ekstrem biasanya menjadi gejala yang paling utama. Sedangkan PMS memiliki gejala lebih ringan yang biasanya melibatkan perubahan bentuk serta sakit di beberapa titik tubuh.

Perempuan dengan riwayat keluarga depresi atau yang sebelumnya mengalami depresi pascapartum memiliki peningkatan risiko PMDD, yang termasuk dalam daftar penyakit mental American Psychiatric Association (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders).

Perempuan bisa didiagnosis menderita PMDD jika memiliki setidaknya lima gejala berikut saat menstruasi:

  1. Kesedihan mendalam atau putus asa, dengan kemungkinan pikiran untuk bunuh diri.
  2. Kerumitan dan kemarahan yang bertahan lama, yang mungkin termasuk sering meledak kepada orang yang dicintai.
  3. Perasaan tegang atau cemas, serangan panik, perubahan suasana hati, menangis yang berlebihan.
  4. Ketidak tertarikan dalam aktivitas dan hubungan sehari-hari.
  5. Kesulitan berpikir atau fokus, merasa tidak terkendali atau kewalahan, kelelahan, tidak berenergi, mengidam makanan atau makan berlebihan.

Gejala-gejala tersebut biasanya akan hilang segera setelah menstruasi dimulai. Jika ternyata gejala bertahan sepanjang bulan, itu berarti bukan PMDD lagi karena bisa jadi gejala penyakit mental atau fisik lainnya.

Untuk mengurangi sakit saat PMDD dan PMS para ahli menyarankan perempuan untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, dengan berolahraga karena aktivitas fisik dapat memperbaiki suasana hati dan depresi. Karena diyakini bahwa endorphin bahan kimia otak yang dikeluarkan selama berolahraga bisa membantu mengatasi beberapa perubahan hormon pememicu PMS. Namun untuk perempuan dengan PMDD dan PMS yang parah, diperlukan obat untuk meredakannya.

Berikut beberapa opsi perawatan yang berguna untuk membantu menstabilkan perubahan suasana hati dan meningkatkan kesehatan emosi perempuan ketika haid dalam minggu-minggu sebelum menstruasi:

  1. Menghindari kopi, alkohol, dan manisan selama dua minggu sebelum periode menstruasi, dapat membuat perbedaan dalam suasana hati karena kafein dapat meningkatkan kecemasan, kegelisahan, dan insomnia. Sedangkan mengurangi alkohol juga dapat membantu karena alkohol bertindak sebagai depresan. Tidak mengkonsumsi permen, soda, dan makanan manis lainnya, terutama di minggu sebelum periode mentruasi, dapat membantu meringankan gejala PMS yang parah dengan mencegah perubahan suasana hati yang terkait dengan fluktuasi gula darah rendah dapat menyebabkan kesedihan dan iritabilitas.
  2. Melakukan teknik relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam, dan yoga untuk mengurangi stress berlebihan, jika diperlukan pergilah ke tempat terapi individu atau kelompok yang bisa bermanfaat sebagai pengobatan PMS yang efektif, terutama bagi perempuan dengan perubahan suasana hati dan perubahan emosional yang parah.
  3. Meminum obat Antidepresan yang disebut selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI) yang bisa mengubah tingkat serotonin di otak telah terbukti bermanfaat untuk perempuan dengan PMS dan PMDD yang parah. Bahkan, Food and Drug Administration (FDA) telah menyetujui tiga dari obat-obatan ini – Zoloft (sertraline), Prozac atau Sarafem (fluoxetine), dan Paxil CR (paroxetine) – untuk pengobatan PMDD.

Comment

News Feed