by

WHO: Virus Corona Ancaman Bahaya Serius Bagi Dunia

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Selasa (11/2/2020), dalam pertemuan besar pertama dunia untuk memerangi epidemi, mengeluarkan peringatan bahwa Virus Corona adalah “ancaman bahaya yang sangat serius” bagi planet bumi.

Dilaporkan AFP, sekitar 400 ilmuwan telah mengambil bagian dalam pertemuan internasional dua hari di Jenewa yang akan membahas bagaimana virus Corona ditularkan dan kemungkinan menemukan vaksin untuk melawan virus tersebut.

“Meski 99 persen kasus ada di China, hal ini bukan berarti hanya masalah sangat darurat bagi China, karena virus ini juga merupakan ancaman sangat besar bagi semua negara di dunia,” kata ketua WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus seperti dikutip AFP.

Menurut Tedros, yang paling penting untuk dilakukan sekarang adalah bagaimana agar para ilmuwan yang mengikuti pertemuan bisa bersama-sama menghentikan wabah dan menyelamatkan lebih banyak nyawa manusia. Karena virus Corona yang pertama kali diidentifikasi di kota Wuhan di China tengah pada 31 Desember lalu, hingga saat ini telah menewaskan lebih dari 1.000 orang, menginfeksi lebih dari 42.000 orang dan menyebar di sekitar 25 negara.

WHO telah menyatakan situasi tersebut sebagai darurat kesehatan global. Oleh karena itu, peserta konferensi ilmiah juga akan membahas sumber virus, yang diperkirakan berasal dari kelelawar dan mencapai manusia melalui spesies “perantara” lain seperti ular atau trenggiling.

Sebelumnya WHO juga mengirim tim lanjutan ke China minggu ini untuk misi internasional guna memeriksa epidemi. Meski belum jelas, apakah tim tersebut akan dapat mengunjungi Wuhan atau tidak, karena wilayah tersebut telah dikunci oleh pemerintah setempat.

Hingga saat ini belum ada pengobatan khusus atau vaksin untuk melawan virus yang mematikan tersebut dan WHO telah berulang kali mendesak negara-negara untuk berbagi data untuk hasil penelitian lebih lanjut mereka tentang penyakit ini.

“Itu terutama benar dalam kaitannya dengan berbagi sampel dan urutan. Untuk mengalahkan wabah ini, kita perlu berbagi secara terbuka dan adil, sesuai dengan prinsip keadilan dan kesetaraan,” kata Tedros.

Lebih lanjut Tedros mengatakan dia berharap para ilmuwan yang hadir dapat menyetujui peta jalan “di mana peneliti dan donor akan saling menyelaraskan”.

Ditanya apakah para ilmuwan dari Taiwan akan turut ambil bagian dalam pertemuan, pejabat WHO mengatakan bahwa Taiwan akan bergabung dalam rapat tetapi hanya melalui online, bersama dengan rekan-rekan mereka yang berasal dari China.

Seperti diketahui bersama, selama ini WHO tidak pernah melibatkan Taiwan secara langsung dalam agendanya dan hanya mengakui Beijing sebagai pemerintahan yang sah. Karena belum berdaulat penuh, Taiwan sering diizinkan menghadiri pertemuan tahunan dan pertemuan sampingan WHO hanya sebagai pengamat. Dan dalam beberapa tahun terakhir ini Taiwan memilih ‘diam dan tidak melibatkan diri dalam urusan WHO untuk sementara waktu’ karena pihak Beijing mengambil sikap yang semakin agresif terhadap Taiwan.

News Feed