by

Wagub NTT Gunakan Uang Pribadi Kirim 10 Ribu Masker Untuk PMI Hong Kong

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Josef Nae Soi, mengirimkan 10.000 masker untuk dibagikan kepada Pekerja Migran Indonesia, utamanya warga NTT di Hong Kong dengan menggunakan uang pribadi, Selasa (11/2/2020).

Ketika dihubungi Migran Pos melalui sambungan telepon pada Selasa (11/2), Josef mengatakan bahwa inisiatifnya untuk menggunakan uang pribadi untuk membeli dan mengirimkan masker tersebut didasari kesadaran bahwa tidak semua pengeluaran untuk kepentingan warga harus menunggu atau menggunakan uang negara.

“Saya sudah melihat di koran-koran serta mendengar bahwa di Hong Kong saat ini sangat sulit mendapatkan masker, maka saya dibantu staf untuk membeli dan mengirimkan masker yang sebenarnya nilai harga nominalnya tidak seberapa tapi sangat penting artinya untuk warga Indonesia yang sedang membutuhkannya di sana,” kata Josef kepada Migran Pos, Selasa (11 /2/2020).

Josef, Wagub NTT periode 2018–2023 mengaku cukup merasa memiliki kedekatan tersendiri dengan warga NTT yang saat ini berada di Hong Kong karena sempat mengunjungi dan merayakan Natal bersama Komunitas Flobamora (Fores, Sumba, Timor, Alor)
pada Januari 2018 lalu.

Selain mengirimkan masker, melalui Migran Pos, Josef juga menyampaikan pesan kepada PMI Hong Kong agar tidak panik, lebih tenang dan selalu menjaga kesehatan.

“Virus Corona ini kan sifatnya menular, jadi menjaga kesehatan di sini dalam artian jaga kebersihan, hindari kontak dengan sumber virus. Sedangkan ketenangan sangat dibutuhkan untuk kesehatan mental dan imunitas tubuh,” ujar Josef, Selasa (11/2/2020).

Joy, salah satu anggota Komunitas Flobamora Hong Kong dan Macau, mewakili teman-temannya mengungkapkan perasaan senang dan merasa dihargai sebagai warga Daerah NTT. Apalagi setelah mendengar bahwa bantuan masker yang akan mereka terima menggunakan uang pribadi Wagub.

“Saya senang mendengar ini. Soalnya sebelumnya karena kasihan pada teman-teman yang panik karena ancaman virus dan dikarenakan berbagai hal belum mendapatkan masker, saya sudah menghubungi beberapa pihak di daerah untuk minta bantuan tapi tidak mendapatkan tanggapan. Saya dan teman-teman merasa berterima kasih kepada bapak Josef,” ungkap Joy kepada Migran Pos, Selasa (11/2/2020).

Sejak merebaknya kasus virus Corona di Hong Kong sebagaimana di beberapa negara lain terjadi kelangkaan masker. Hal tersebut membuat banyak PMI, komunitas PMI dan BUMN yang berinisiatif untuk mencari dan membagikan masker gratis untuk PMI dan WNI di Hong Kong yang benar-benar membutuhkan bantuan masker.

News Feed