by

Polisi Memburu 2 Orang yang Kabur dari Karantina

Kepolisian Hong Kong sedang mencari dua orang warga yang kabur dari karantina. Dua orang tersebut dianggap melanggar hukum karena melarikan diri setelah mendapatkan perintah untuk mengurung diri di rumahnya sendiri, Senin (11/2/2020).

Dikutip dari SCMP, Menteri Kesehatan Sophia Chan Siu-chee mengatakan pada hari Senin bahwa sejak hukum karantina bagi warga dan orang asing yang datang dari Tiongkok diberlakukan, tercatat 9 orang yang dikenai perintah mengkarantina diri sendiri ditemukan telah meninggalkan tempat yang ditunjuk, 2 di antara mereka hingga saat ini belum ditemukan.

“Saya harus mengingatkan orang-orang ini, bahwa melanggar perintah karantina adalah tindak pidana,” Chan juga menambahkan bahwa polisi akan mengeluarkan surat perintah penangkapan bagi para pelarian tersebut setelah diberi surat peringatan pertama.

Chan mengatakan bahwa sejak langkah baru itu diperkenalkan pada hari Sabtu, total 1.193 orang yang tiba dari Tiongkok telah diperintahkan untuk mengkarantina diri mereka selama 14 hari. Dari jumlah 1.193 orang tersebut, 1.066 diantaranya adalah warga asli Hong Kong dan 127 warga non-lokal. Sebagian besar dari mereka dikurung di rumah, sementara 35 orang tinggal di hotel dan 20 orang lainnya telah dikirim ke fasilitas karantina pemerintah.

Lebih lanjut Chan mengatakan pihak berwenang menggunakan berbagai cara untuk memeriksa apakah orang-orang tersebut benar-benar mematuhi perintah karantina atau tidak, dengan 516 orang dari mereka diminta untuk berbagi lokasi langsung mereka di ponsel mereka. Sekitar 450 orang diminta laporan melalui panggilan video dan untuk 167 orang dilakukan pemeriksaan langsung ke rumahnya oleh polisi.

Wakil Sekretaris Pangan dan Kesehatan, Daniel Cheng mengatakan tidak semua orang sedang berada di tempat tinggal mereka saat polisi datang.

“Satu atau dua orang mengatakan mereka minta izin turun untuk membeli makanan dan kebutuhan, tetapi polisi dan Departemen Kesehatan telah mengingatkan mereka bahwa hal tersebut tidak diperbolehkan,” kata Cheng seperti dikutip SCMP.

Chan memperingatkan bahwa siapa pun yang melanggar perintah karantina rumah dapat dikirim ke kamp sebagai gantinya.

“Setelah kami menemukan mereka, tentu saja kami akan mengingatkan mereka atau memberi mereka beberapa peringatan bahwa mereka harus tinggal di rumah. Jika mereka tidak patuh dan kami menemukannya untuk kedua kalinya, kami harus memberi mereka gelang elektrik agar kami dapat melacak lebih lanjut apakah mereka tetap di rumah. Jika mereka masih tidak mematuhi untuk ketiga kalinya, kami tidak akan punya pilihan selain menempatkan mereka di kamp karantina kami,” kata Chan seperti dikutip RTHK.

Meskipun akan diberikan lebih dari satu kesempatan untuk warga agar mematuhi perintah karantina, Chan memperingatkan bahwa mereka yang melanggar aturan terancam hukuman penjara maksimum enam bulan, atau denda sebesar HK$ 25.000.

News Feed