by

Virus Korona Diidentifikasi Bisa Menular Melalui Kotoran Manusia

Jejak genetik dari virus korona telah ditemukan dalam tinja pasien yang dirawat di sebuah rumah sakit di Shenzhen, temuan tersebut mendorong para peneliti untuk memberi peringatan tentang adanya kemungkinan penyebaran penyakit melalui faecel-oral (masuk ke dalam saluran pencernaan melalui tempat yang tercemar uap tinja penderita) di toilet dan uap muntahan pasien, Senin (03/2 /2020).

Otoritas kesehatan sebelumnya mengira, cara utama penularan wabah mematikan ini adalah melalui transmisi dari kontak langsung dengan tetesan air liur, dan pernapasan oleh orang yang terinfeksi, termasuk menyentuh wajah setelah terpapar ke permukaan yang mengandung virus.

Tetapi temuan baru dari  Shenzhen Third People’s Hospital  meningkatkan kemungkinan penularan faecel-oral, setelah para peneliti menemukan jejak genetik virus korona dalam sampel tinja pasien. Kehadiran 2019-nCoV pada RNA, atau asam ribonukleat – molekul yang membawa kode genetik pada beberapa virus – mengindikasikan penyakit ini dapat hidup di dalam kotoran manusia yang terinfeksi virus korona, jelas Komisi Kesehatan Shenzhen yang dikutip dari SCMP.

Temuan serupa juga dipaparkan di tempat lain, termasuk di Wuhan, pusat penyebaran pertama virus dan Amerika Serikat dengan beberapa ilmuwan mengatakan, penelitian menunjukkan kemungkinan virus itu dapat ditularkan melalui kotoran manusia. Para peneliti di Laboratorium Shi Zhengli di Institut Virologi Wuhan, yang dikelola oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Cina, menemukan asam nukleat dalam sampel tinja dan penyeka dubur dari sekelompok pasien pneumonia koronavirus di kota itu.

Para ilmuwan menyimpulkan bahwa virus itu dapat ditularkan “ke tingkat tertentu” melalui transmisi faeces-oral.

“Dokter, terutama ahli pencernaan, harus memperhatikan dengan cermat gejala pneumonia yang disebabkan oleh infeksi virus korona, dan mengambil langkah yang tepat untuk melindungi diri dari muntahan dan kotoran pasien,” jelas para ilmuan seperti yang dikutip SCMP.

Zhang Qiwei, seorang profesor di Sekolah Kesehatan Masyarakat dari Southern Medical University mengatakan, sangat mungkin bahwa kotoran pasien mengandung virus hidup, meskipun sejauh ini hanya RNAnya yang ditemukan. Zhang mengatakan, ada kemungkinan virus corona dapat ditularkan melalui faeces, setelah memasuki usus dan berkembang biak lalu kemudian dapat dikeluarkan dan bersentuhan dengan tangan seseorang.

Zhang juga memperingatkan, bahwa virus itu bisa terbawa bersama uap oleh kekuatan toilet yang membilas tinja orang terjangkiti, dan dapat membahayakan orang-orang di ruangan yang sama.

“Saat ini mendesinfeksikan toilet mungkin akan ada dalam agenda pemerintah,” kata Zhang kepada Beijing News . “Toilet yang digunakan oleh pasien dengan pneumonia koroner atau pasien yang dicurigai perlu didesinfeksi secara menyeluruh dan toilet harus berventilasi.”

Ilmuwan itu masih terus melakukan penyelidikan epidemiologis dan penelitian, untuk mengkonfirmasi apakah virus itu dapat ditularkan melalui faecel-oral, atau ditransmisikan kembali melalui pembentukan aerosol oleh tetesan yang mengandung virus. Sejauh ini, wabah itu telah menelan 362 korban jiwa, dan 17.388 orang diberbagai lokasi dilaporkan menderita akibat virus itu.

News Feed