by

Korban Virus Corona di Hong Kong Bertambah Menjadi 12 Orang

Departemen Pusat Perlindungan Kesehatan (CHP) mengatakan seorang perempuan berusia 37 tahun dan seorang pria berusia 75 tahun dipastikan positif terjangkit virus Wuhan, sehingga jumlah kasus di Hong Kong yang dikonfirmasi bertambah menjadi 12, Jumat (31/1/2020).

Diberitakan oleh RTHK, CHP pada hari Jumat mengatakan dua kasus baru telah dikonfirmasi di Hong Kong, menjadikan jumlah total kasus yang dikonfirmasi dari virus pernafasan yang berpotensi fatal genap menjadi 12. Kedua pasien baru dinyatakan dalam kondisi stabil.

Kasus yang pertama dialami seorang perempuan berusia 37 tahun, yang tinggal di The Coronation estate di Yau Ma Tei yang merupakan putri dari pasangan tua dari Wuhan, yang dipastikan terjangkit virus pada hari Rabu. Perempuan tersebut menderita batuk pada hari Selasa dan dikirim ke Rumah Sakit Queen Elizabeth pada hari Kamis, di mana dia kemudian diisolasi. Sampel pernapasannya dinyatakan positif novel coronavirus.

Juru bicara CHP mengatakan pihaknya segera menyelidiki dan melacak kontak pasien. Dikatakan pasien sebelumnya telah menginap di W Hotel di Tsim Sha Tsui bersama orang tuanya dari tanggal 22 hingga 28 Januari dan mengunjungi Ritz-Carlton serta Four Seasons Hotel bersama mereka.

Perempuan tersebut kemudian kembali ke rumah setelah menemani orang tuanya ke Rumah Sakit Queen Mary pada hari Rabu. Investigasi awal mengungkapkan bahwa pasien tidak mengunjungi pasar basah atau pasar makanan laut, juga tidak memiliki paparan hewan liar atau unggas selama periode inkubasi.

Kasus kedua melibatkan seorang pria berusia 75 tahun yang tinggal di Rumah Hong Mei, Cheung Hong Estate di Tsing Yi. Pria tersebut menderita batuk dan sesak napas pada 22 Januari dan dirawat di Rumah Sakit Princess Margaret dua hari kemudian. Sampel pernapasannya dinyatakan positif virus corona pada hari Kamis.

Pria yang saat ini terisolasi di Rumah Sakit Princess Margaret tersebut sebelumnya telah mengunjungi Shunde di Guangdong antara 30 Desember dan 7 Januari dan mencari perawatan di sebuah klinik di sana. Ia melakukan perjalanan sehari ke Makau dari tanggal 10 hingga 14 Januari. Sedangkan istri, anak perempuan dan putranya yang tidak menunjukkan gejala sakit akan dipindahkan kamp di MacLehose untuk karantina.

CHP mengatakan akan melaporkan kasus-kasus tersebut ke Organisasi Kesehatan Dunia, Komisi Kesehatan Nasional, Komisi Kesehatan Provinsi Guangdong dan otoritas kesehatan Macau.

Selain itu CHP juga mengatakan telah menerima verifikasi kasus yang dikonfirmasi pada hari Minggu oleh otoritas kesehatan Taiwan dan mencatat bahwa pasien tersebut mengambil penerbangan China Southern Airlines CZ3097 dari Guangzhou ke Taipei Sabtu lalu. Seorang warga Hong Kong pada penerbangan yang sama dianggap sebagai kontak dekat pasien.

CHP mengatakan karantina akan diatur untuk kontak dekat sementara pengawasan medis akan diatur untuk kontak lainnya.

News Feed