by

Warga Fanling Protes Rencana Pemerintah Jadikan Fai Ming Estate Sebagai Tempat Karantina

Sekelompok warga Fanling memblokade jalan untuk memprotes rencana pemerintah Hong Kong untuk mengkonversi perumahan umum kosong di area tempat tinggal mereka untuk tujuan karantina orang-orang yang terjangkit Coronavirus, Minggu (26/1/2020).

Dilansir dari RTHK, Polisi anti huru hara tiba di tempat kejadian untuk membersihkan penghalang jalan di dekat Fai Ming Estate, setelah pemerintah mengumumkan pada hari Sabtu (25/1) bahwa mereka telah berencana untuk menggunakan perkebunan di wilayah tersebut untuk menampung kontak dekat orang-orang yang terinfeksi virus Wuhan serta staf kesehatan yang membutuhkan akomodasi.

Protes yang berlanjut hingga sore hari pada hari Minggu tersebut menurut pihak berwenang selain telah menyebabkan lampu lalu lintas di persimpangan jalan Fai Ming dan Wah Ming rusak, warga juga membakar lobi gedung dengan melemparkan bom bensin.

Rekaman video menunjukkan petugas menggunakan semprotan merica untuk membubarkan warga.

Pemerintah telah berusaha untuk meredakan ketegangan, dengan mengatakan rencana pekerjaan di perkebunan itu telah ditunda hingga Dewan Distrik Utara melakukan pertemuan pada hari Rabu mendatang.

Biro Transportasi dan Perumahan juga menolak klaim bahwa perkebunan tersebut telah diubah menjadi “kamp karantina”. Dikatakan sementara ada rencana untuk mengkonversi perkebunan untuk digunakan di masa depan dan tidak akan digunakan untuk saat ini.

Pada pengaturan yang melibatkan fasilitas karantina, Pusat Perlindungan Kesehatan menegaskan bahwa pihaknya akan mempertimbangkan kembali permintaan warga sekitar.

Disebutkan bahwa Desa Lady MacLehose Holiday telah diaktifkan untuk menerima mereka yang diharuskan dikarantina, sementara Taman Desa dan Lei Yue Mun Holiday juga siap.

Otoritas kesehatan juga telah memulai persiapan Klub Hoki Po Leung Kuk dan Pak Tam Chung Holiday Camp sebagai pusat karantina untuk kontak dekat tanpa gejala

News Feed