by

Peringati Hari HAM, JBMI tuntut Pertanggungjawaban Negara

250 Pekerja migran indonesia (PMI) mengikuti aksi yang digelar di depan KJRI Hong Kong pada Minggu (15/12/2015). Aksi ini diadakan oleh Jaringan Buruh  Migran Indonesia (JBMI) dalam rangka memperingati hari Migran Internasional (Migran  Day) yang ke-29.

Tuntutan utama JBMI dalam aksi kali ini adalah kondisi kerja yang masih  belum  layak, overcharging, upah yang masih rendah, pelarangan pindah PT dan pembatasan hak kontrak mandiri serta syarat yang merugikan PMI.

Maisaroh, koordinator aksi sekaligus ketua Asosiasi  Tenaga Kerja Indonesia di Hong Kong (ATKI-HK), berharap KJRI  segera menindak lanjuti tuntutan JBMI dan memberikan perlindungan kepada buruh migran yang mengadukan kasus pun yang meminta bantuan.

“Segera menindak lanjutkan tuntutan kami untuk memperbaiki pelayanan, memberi perlindungan kepada para korban yang mengadu dan meminta bantuan, menghukum atau memberi sanksi kepada pihak agen, majikan yang melanggar hukum atau peraturan, kata Maisaroh, Rabu (18/12/2019).

Sebelum aksi, JBMI juga mengadakan forum  terbuka di peterson street Causeway  Bay. Bersama dengan Asian Migrants Coordinating Body (AMCB), JBMI juga menggelar rally di Central Goverment Office (CGO). Kepada pemerintah Hong Kong AMCB menuntut kenaikan Gaji, 11 jam  istirahat,  berikan akomodasi yang layak bagi buruh migran dan hapus peraturan dua minggu visa.

News Feed