by

Pemerintah Didesak Untuk Melakukan Investigasi Kekerasan Terhadap Jurnalis

Badan Komite untuk Melindungi Jurnalis (CPJ), telah meminta otoritas Hong Kong agar segera membentuk komisi independen untuk menyelidiki, serangan polisi terhadap para jurnalis yang sedang melakukan peliputan di lapangan, Senin (16/12/2019).

Dilansir dari RTHK, ini adalah salah satu dari beberapa rekomendasi CPJ ajukan kepada pemerintah Hong Kong, dan dituangkan dalam laporan khusus yang melihat bagaimana China mencoba mempengaruhi media di SAR dan Taiwan.

Koordinator program CPJ Asia Steven Butler, yang menulis laporan itu mengatakan telah dibuat secara bertahap, tetapi sekarang dipercepat, untuk menekan kebebasan pers di Hong Kong sejak 1997.

Butler mengatakan dengan pertumbuhan ekonomi, Cina akan menjadi pemain utama di bidang media, seperti yang dilakukan AS setelah perang dunia kedua.

“Amerika Serikat tidak selalu menjadi penganjur kebebasan pers yang sempurna. Lagi pula, AS mendukung Taiwan ketika para jurnalis dipenjara dan dibunuh,” jelas Butler.

” Cina tidak menghormati kebebasan media di dalam negeri, bahkan ada lebih banyak jurnalis di penjara di Tiongkok daripada negara lain mana pun di dunia, karena negara itu tidak memiliki insentif. Amerika Serikat setidaknya memiliki insentif untuk mengatakan pers bebas adalah dasar bagi demokrasi” tambah Butler.

Butler menyampaikan kepada Richard Pyne dari RTHK bahwa kebebasan pers itu penting bagi Hong Kong, jika kota ini ingin berkembang sebagai pusat keuangan global, namun juga diperlukan peradilan yang independen.

News Feed