by

HKJA Mengutuk Serangan Polisi Kepada Awak Media

Asosiasi Jurnalis Hong Kong (HKJA) mengaku sangat marah melihat kekerasan yang dilakukan oleh polisi anti huru-hara terhadap pekerja media, yang meliput demonstrasi pada Minggu (15/12) malam di Mong Kok, yang mengakibatkan dua wartawan terluka, Senin (16/12/2019).

Seorang reporter dari Mad Dog Daily karya Wong Yuk-man, disemprot dengan air merica dan dipukul dengan tongkat polisi, ketika aparat negara itu bentrok dengan kerumunan massa pengunjuk rasa di Mong Kok. Sementara seorang reporter mahasiswa dari Universitas Baptist wajahnya dihantam dengan tabung gas air mata oleh polisi.

Sebelumnya reporter Mad Dog Daily dilaporkan terlihat tengah berdebat dengan polisi yang memintanya untuk pindah lebih jauh, namun saat itu dia mengatakan sudah berdiri di trotoar dengan jarak yang cukup jauh, sehingga tidak menggangu polisi menjalankan tugasnya.

HKJA mendesak pimpinan kepolisian untuk mengatasi masalah yang ditimbulkan anak buahnya, dimana mereka terus menargetkan awak media selama protes berlangsung sesegera mungkin.

Ia mencatat bahwa mereka telah berulang kali meminta polisi untuk menghentikan penggunaan kekerasan secara sewenang-wenang terhadap jurnalis, dan upaya mereka yang tidak masuk akal untuk menghalangi media menjalankan tugas mereka, tetapi sampai saat ini tidak ada perbaikan.

Sementara itu, anggota parlemen dari Partai Demokrat Lam Cheuk-ting mengatakan tidak ada pembenaran untuk polisi memukuli siapa pun dengan tongkat kecuali jika petugas diserang dengan kejam dan nyawanya terancam hilang.

“Para petugas polisi jelas mengabaikan pedoman untuk tidak menyalahgunakan kekuasaan mereka, dan saya sangat mengutuk kebrutalan para petugas itu, ” kata Lam seperti dikutip dari RTHK.

Dia menambahkan bahwa pihak kepolisian harus berhenti menyembunyikan petugas yang melanggar hukum.

News Feed