by

Perkenalkan Urinal Wanita Untuk Memangkas Waktu Tunggu

Asosiasi Toilet Hong Kong telah mendesak pemerintah dan mal-mal swasta SAR untuk memperkenalkan urinal wanita, sebagai cara untuk menghemat ruang dan memangkas waktu tunggu yang lama di toilet wanita, Kamis (5/12/2019).

Sebuah laporan oleh Komisi Audit sebelumnya telah mengecam Departemen Makanan dan Kebersihan Lingkungan (FEHD), karena gagal menyediakan kamar mandi umum yang cukup untuk wanita, yang menyebabkan antrian panjang di luar ruangan toilet umum.

Asosiasi itu mengatakan, salah satu cara untuk memecahkan masalah ini adalah dengan memperkenalkan urinal wanita. Mereka mengatakan, ini akan menghemat waktu pengguna yang biasanya dihabiskan hampir setengahnya untuk mengantri, sementara urinal juga hanya akan membutuhkan sekitar 50 persen dari ruang yang dibutuhkan untuk bilik tradisional.

Wakil presiden asosiasi Henry Hung mengatakan, dia merasa sudah waktunya bagi Hong Kong untuk memiliki fasilitas tempat kencing untuk wanita, dan dia yakin warga wanita kota akan siap untuk beradaptasi dengan hal ini.

“Untuk seorang wanita yang pergi ke toilet [sekarang], dibutuhkan tiga hingga lima menit. Untuk buang air kecil, mungkin dua menit,” kata Hung seperti dikutip dari RTHK.

Ketika ditanya apakah wanita di Hong Kong akan menerima perubahan seperti itu, dia menjawab “begitu mereka mencoba mereka akan lebih dari senang untuk menggunakannya”.

Asosiasi itu mengatakan fasilitas seperti itu ada di tempat-tempat seperti Inggris, India dan provinsi daratan termasuk Sichuan.

Asosiasi itu membuat percobaan toilet di terminal pertukaran transportasi umum Tsim Sha Tsui Timur sebagai fasilitas utama kota itu, dan mengatakan toilet itu juga memberikan pengingat tentang kebersihan dalam tiga bahasa, serta pemutaran musik.

News Feed