by

Carrie Lam: Masih terlalu dini menilai larangan penutup wajah gagal

Carrie Lam, Chief Executive Hong Kong mengatakan masih terlalu dini beranggapan “larangan penutup wajah” gagal menekan tingkat kekerasan dalam demonstrasi yang berlangsung.


Chief Executive memberlakukan larangan penutup wajah, bagian dari kewenangan darurat dalam Ordonansi Peraturan Darurat atau Emergency Regulations Ordinance, Jumat (5/10/2019) dan langsung disambut oleh aksi massa selama 3 hari berikutnya. Konfrontasi antara demonstran dan polisi yang disertai dengan aksi vandalisme di pelbagai distrik merebak.

Pidato Carrie am kepada media, Selasa (8/10/2019)


Carrie Lam menjelaskan bahwa perlu waktu agar aturan baru dapat berjalan efektif, dirinya mengajak masyarakat untuk menggunakan “akal sehat dan rasionalitasnya” dan patuh terhadap hukum yang berlaku, hal tersebut dikatakan olehnya dalam pidato Chief Executive, Selasa (8/10/2019).


Kepada media yang hadir, dirinya mengatakan larangan penutup wajah dalam demonstrasi ini dapat membatasi demonstran, terutama mereka yang di bawah umur.


Carrie Lam juga mengatakan jumlah demonstran dibawah umur meningkat dalam demonstrasi yang sudah masuk pekan ke 18. Dirinya juga mengatakan 10 persen dari demonstran yang ditahan pada hari Minggu (6/10/2019) berusia dibawah 15 tahun.


Dilansir oleh RTHK, Selasa (8/10/2019), terkait pengaduan terhadap tindakan polisi yang meminta wartawan untuk membuka maskernya saat meliput pada hari Minggu (6/10/2019) di Wan Chai, dirinya mengatakan “kerumitan dan kebingungan” wajar terjadi pada pemberlakuan sebuah aturan baru.


Larangan penutup wajah tidak berlaku bagi mereka yang mengenakan dengan alasan kepercayaan/agama, kesehatan dan terkait pekerjaan.

Comment

News Feed