by

Ahli Kimia Peringatkan Bahaya Gas Air Mata yang Ternyata Bisa Bertahan Lama

Sekelompok sekitar 40 sarjana kimia mengumumkan pada hari Rabu (11/9/2019), bahwa mereka telah menemukan residu gas air mata yang berpotensi berbahaya menempel di berbagai permukaan di banyak wilayah di Hong Kong ternyata bisa bertahan hingga tiga minggu setelah ditembakkan oleh polisi selama bentrokan dengan para pengunjuk rasa.

Dilansir dari RTHK, kelompok tersebut mengatakan telah mengumpulkan lebih dari 200 sampel sejak 18 Agustus, dari Admiralty, Sheung Wan, Kowloon Bay, Tsuen Wan dan Sham Shui Po, tempat para polisi telah menembakkan gas air mata berkali-kali.

Michael Lee, salah satu ahli kimia yang turut meneliti, mengatakan gas air mata atau gas Cs, merupakan bahan kimia yang ditemukan di berbagai permukaan, termasuk dinding dan papan iklan. Dalam satu kasus, di Sheung Wan, bahan kimia masih ada hingga 21 hari setelah senjata ditembakkan di sana.

Lee mengatakan mereka juga menemukan bahwa gas air mata dapat menyebar jauh, lebih jauh daripada yang diperkirakan orang, terutama di daerah yang berventilasi baik.

Sebagai contoh, katanya, mereka menemukan residu gas air mata yang berjarak 250 meter dari sebuah situs di Tsuen Wan tempat di mana para polisi menggunakannya.

Lee juga mengatakan sangat mengkhawatirkan area Tsuen Wan Park, karena mereka menemukan banyak residu di area anak-anak, taman sepeda, dan di lapangan tenis.

“Kami khawatir bahwa bahan kimia gas dapat menempel pada fasilitas-fasilitas itu di tempat-tempat umum. Seorang anak atau orang tua yang melakukan latihan akan terkontaminasi oleh Cs dan itu membahayakan kesehatan mereka,” kata Lee.

Lee mendesak polisi untuk berhenti menggunakan gas air mata di dalam ruangan atau di lokasi yang berventilasi buruk, dan meminta pemerintah untuk memeriksa daerah-daerah di mana gas air mata telah ditembakkan.

Comment

News Feed