by

Facebook Akan Menghapus Akun Penyebar Berita Palsu Soal Demonstrasi Anti-ekstradisi Hong Kong

Facebook telah mengumumkan kemarin, Kamis (5/9/2019) bahwa mereka bekerja sama dengan AFP untuk memverifikasi konten akun penyebar berita dan memeriksa keakuratan berita sehubungan Demonstrasi Anti-ekstradisi di Hong Kong serta akan menghapusnya jika terbukti palsu.

Dilansir Sing Tao Daily, Facebook mengatakan bahwa untuk kegiatan memeriksa akun dan konten berita Hong Kong mereka memilih AFP Hong Kong yang merupakan kantor berita global yang memberikan liputan dengan cepat dan mendalam tentang berbagai peristiwa yang terjadi di dunia meliputi perang dan konflik hingga politik, olahraga, hiburan, dan terobosan terbaru dalam bidang kesehatan, sains, dan teknologi.

Menurut Facebook seiring makin intensifnya gerakan anti-ekstradisi Hong Kong, Facebook mendeteksi banyak berita palsu yang viral di Facebook, Twitter, dll. Mayoritas berita yang beredar viral tersebut menunjukkan upaya mendiskreditkan demonstran Hong Kong sehingga sejumlah besar halaman dan akun khusus untuk mendistribusikan berita palsu telah dihapus oleh tim Facebook.

Mekanismenya adalah bahwa jika Facebook menemukan konten yang mencurigakan melalui kecerdasan buatan, termasuk menurut jumlah laporan, kritik terhadap netizen, apakah itu berita palsu, dan apakah itu tiba-tiba viral, Facebook akan meninjau konten. Jika ditemukan kasus-kasus yang mencurigakan maka akan dirujuk ke AFP untuk verifikasi tindak lanjut untuk menentukan apakah konten itu benar atau tidak. Jika dipastikan bahwa kiriman di akun Facebook adalah berita palsu, maka mereka akan mengurangi jangkauannya, dan jika terus berlanjut maka akun akan langsung dihapus.

Sebelumnya Facebook telah bekerja sama dengan 55 institusi di seluruh dunia untuk memeriksa apakah konten postingan Facebook palsu atau tidak dengan melibatkan ahli 43 bahasa, dan mekanisme peninjauan ini sengaja diperluas ke Hong Kong untuk memerangi sejumlah besar kebohongan yang disebabkan oleh adanya gerakan menolak amandemen.

Namun para pengguna Facebook tidak perlu khawatir, jika memang konten yang diunggah nyata, dan tidak terima dituduh mempublikasikan berita palsu, menurut Facebook, pengguna juga memiliki mekanisme banding untuk membela diri. Facebook berjanji akan berusaha untuk memberi kesempatan kepada masyarakat yang memiliki informasi dan memberikan informasi secara lengkap.

Selain Facebook, Twitter juga menyatakan telah memblokir lebih dari 200.000 akun sebelumnya, merujuk pada penyebaran berita palsu tentang demonstrasi Hong Kong.

Comment

News Feed