by

Harga Daging Babi Mahal Kembali

Daging babi import dari daratan Cina diperkirakan akan ditangguhkan mulai hari ini, setelah  dua ekor babi dari Guangdong dalam perjalanan ke Hong Kong ditemukan mati, ini adalah wabah demam babi Afrika ketiga dalam tiga bulan terakhir, Rabu, 14/8/2019.

Dilansir dari The Standard, harga daging babi diperkirakan akan kembali mahal, karena suspensi daging babi akan terus berlanjut sampai waktu yang belum ditentukan.

Sebuah sumber mengatakan, dua ekor babi dari sebuah peternakan di Guangdong ditemukan tewas di fitosanitasi, di stasiun Sungai Qingshui, Shenzhen pada hari Selasa lalu, babi itu dinyatakan positif terkena demam babi Afrika, dan sekitar 150 babi di empat truk, dicegah memasuki Hong Kong.

Hui Wai-kin, sekretaris jenderal Asosiasi Umum Pedagang Babi Hong Kong, mengatakan stasiun Sungai Qingshui telah ditutup karena pembersihan dan desinfeksi.

“Saya tidak tahu kapan stasiun akan dibuka kembali. Itu tergantung pada pemerintahShenzhen,” jelas Hui.

Hui mengatakan pasokan babi dari daratan China baru-baru ini telah turun menjadi 40 hingga 50 persen dari tingkat sebelumnya, membuat harga daging babi di pasar tetap mahal, dengan perkembangan yang saat ini terjadi dapat dipastikan harganya akan semakin mahal.

Menurut Departemen Kebersihan Makanan dan Lingkungan, pasokan babi dari daratan China tidak diterima masuk Hong-Kong, namun untuk memenuhi kebutuhan daging, sekitar 100 babi akan dipasokan dari peternakan lokal.

Harga lelang babi kemarin antara HK $ 3.750 dan HK $ 4.480 per 100 kati (60 kilogram), dengan rata-rata HK $ 4.153 per 100 kati. Ada 1.155 babi yang diimpor dari daratan.

Sebagai perbandingan, 1.938 babi diimpor dari daratan pada 1 Agustus dengan harga rata-rata HK $ 2.382 per 100 kati – 74 persen lebih rendah dari kemarin.

Ketika Hong Kong mendeteksi kasus pertama flu babi Afrika, sekitar 6.000 babi yang diimpor dari Guangdong dimusnahkan di rumah potong hewan Sheung Shui pada 13 Mei dan 14 Mei 2019.

Selanjutnya 4.700 babi dimusnahkan di rumah jagal yang sama dalam kasus flu babi Afrika kedua pada akhir Mei.

Pusat Keamanan Pangan mengatakan demam babi Afrika tidak menginfeksi manusia, tetapi demi kesehatan pemakannya, mereka menyarankan untuk selalu mengolah daging babi secara menyeluruh sebelum dikonsumsi.

Penyakit, yang mematikan bagi babi, telah menyebar ke setiap provinsi di daratan China sejak pertama kali terdeteksi di kota timur laut Shenyang pada 2 Agustus 2018.

Kementerian pertanian di Beijing mengatakan pada hari Kamis lalu, bahwa pada tahun panen 2019/20 sebesar dua juta ton konsumsi jagung diperkirakan menurun, karena penurunan besar jumlah kawanan babi

News Feed