by

Carrie Lam Sebut Perekonomian Hong Kong Semakin Memburuk Akibat Demonstrasi yang Terus Berlanjut

Kepala Eksekutif Carrie Lam mengatakan pada hari Jumat (9/8/2019) bahwa kondisi ekonomi Hong Kong saat ini buruk, lebih buruk daripada selama terjadinya wabah SARS tahun 2003.

Oleh karena itu Lam meminta pengunjuk rasa anti-pemerintah untuk menghentikan aksinya yang berpotensi menghancurkan perekonomian kota. Dilansir dari RTHK, Lam yang melakukan pertemuan press harian dengan didampingi sejumlah pejabatnya dan tokoh-tokoh bisnis memberikan peringatan soal semakin memburuknya perekonomian Hong Kong.

Lam menggambarkan kemerosotan ekonomi seperti “gelombang tsunami menghantam Hong Kong”, dan menyalahkan perang perdagangan Sino-AS dan demonstrasi anti-pemerintah yang berkelanjutan yang menyebabkan tsunami tersebut.

“Sebagian kecil orang tidak keberatan menghancurkan ekonomi Hong Kong. Mereka tidak memiliki kepentingan dalam masyarakat yang telah dibangun oleh begitu banyak orang dan itulah sebabnya mereka menggunakan semua kekerasan dan kerusuhan ini, yang menyebabkan kerusakan besar pada ekonomi dan kehidupan sehari-hari masyarakat,” kata Lam seperti dikutip RTHK.

Lam memperingatkan bahwa sementara ini demonstrasi telah membawa masalah ekonomi dan gangguan transportasi, cepat atau lambat mungkin juga ada beberapa masalah medis dan kesehatan sebagai akibat dari krisis politik yang sedang berlangsung. Lam mengumumkan bahwa mengingat situasi saat ini, Dewan Eksekutif akan melanjutkan pertemuan mingguannya mulai Selasa mendatang.

“Sejauh menyangkut solusi politik, saya tidak berpikir kita harus membuat semacam konsesi hanya untuk membungkam para pengunjuk rasa yang kejam. Kita harus melakukan apa yang benar untuk Hong Kong. Dan pada saat ini, apa yang tepat untuk Hong Kong adalah upaya menghentikan kekerasan dan untuk mengatakan tidak pada situasi kacau yang dialami Hong Kong dalam beberapa minggu terakhir” kata Lam.

Sebelumnya, Sekretaris Keuangan Paul Chan juga telah memperingatkan bahwa demonstrasi mempengaruhi ekonomi. Namun klaim tersebut disangkal oleh para demonstran yang mencatat pada konferensi press bahwa perlambatan ekonomi di Hong Kong telah dimulai bahkan sebelum demonstrasi RUU ekstradisi besar-besaran pertama terjadi pada 9 Juni 2019.

News Feed