by

Warga Yuen Long Akan Gelar Aksi Tuntut Penyelidikan Insiden 21/7/2019

Warga Yuen Long dan para demonstran anti-ekstradisi akan mengadakan aksi massa di Yuen Long pada hari Sabtu ini (27/7/2019) untuk menuntut penyelidikan independen atas tindak kekerasan yang terjadi di stasiun MTR pada hari Minggu (21/7/2019).

Dilansir RTHK, rencana aksi diumumkan setelah sekelompok warga memasang “Tembok Lennon” di stasiun MTR Yuen Long dan memasang poster-poster yang menuduh anggota parlemen Junius Ho terkait dengan berbagai peristiwa.

Warga Yuen Long, Max Chung, mengatakan ia telah mengajukan permohonan persetujuan polisi untuk aksi massa Sabtu atas nama para pengunjuk rasa. Chung menyebut insiden hari Minggu itu sebagai “serangan teroris lintas batas” karena beberapa dari pelaku berbicara Putonghua atau dengan aksen berbeda dari warga Yuen Long.

Untuk rute aksi, Chung mengatakan aksi akan melalui jalan utama Yuen Long ke stasiun MTR dan tidak akan melalui jalan desa. Chung mengatakan dia tidak khawatir akan ada kekerasan karena pengunjuk rasa Hong Kong telah menunjukkan bahwa mereka berperilaku baik selama aksi massa.

Dalam pembicaraan dengan polisi selama sekitar 90 menit, Chung mengatakan perhatian utama dari polisi adalah situasi lalu lintas setempat dan pengaturan Light Rail. Chung akan bertemu polisi lagi jam 5 sore pada hari Rabu untuk membahas lebih lanjut.

Polisi tidak menyebutkan apakah mereka akan memperkuat keamanan selama aksi. Namun Chung mengatakan panitia aksi akan mengatur sekitar 100 sukarelawan untuk menjaga ketertiban. Chung sudah mengajukan aplikasi aksi yang berlaku hingga tengah malam pada hari Sabtu.

Jika pihak berwenang tidak mengeluarkan surat penolakan, aksi akan dilakukan seperti rencana.

News Feed