by

PMI Asal Aceh Disiksa Majikan dan Sembunyi di Atas Pohon

Anisa (25th), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Gampong Alue Dua, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara mendapat penyiksaan dari majikan yang membuatnya melarikan diri dan sempat bersembunyi di atas pohon.

Penyiksaan tersebut diketahui setelah Anisa berhasil menghubungi kakak iparnya menggunakan ponsel milik seorang PMI yang bekerja sebagai petugas hotel di Malaysia.

“Saat saya buka HP sore itu, banyak sekali panggilan tak terjawab dari nomor Malaysia. Kemudian saya menghubungi kembali nomor tersebut dan ternyata Anisa yang menelepon,” kata Jefri.

Dilansir dari Serambinews.com, Minggu (22/07/19), Jefri bercerita bahwa adik iparnya tersebut berangkat merantau ke Malaysia pada 8 November 2017 melalui agen. Anisa memutuskan bekerja ke luar negeri untuk membantu biaya adik-adiknya setelah ayahnya meninggal dunia. Setelah bekerja tiga bulan, Anisa hanya sekali mengirimkan uang sebesar 1,5 juta dan satu kali menghubungi keluarga menggunakan ponsel.

“Selama ini, kami tak bisa menghubunginya lagi, karena nomornya tak bisa dihubungi. Belakangan kami dapat informasi, HP-nya sudah dirampas majikannya,” kata Jefri.

Setelah terhubung dengan keluarga, Anisa langsung menangis dan bercerita jika selama bekerja, ia sering dipukuli majikannya. Akibatnya gigi bagian atas rontok dan tubuhnya makin kurus. Selain itu, sekujur tubuhnya juga penuh bekas luka terutama di bagian kepala.

“Padahal dulu adik saya itu tidak kurus seperti sekarang,” kata Jefri.

Sebelumnya Anisa sempat bersembunyi di atas pohon, namun karena tak tahan haus dan lapar, pada malam hari dia memilih turun dari pohon untuk meminta tolong kepada seorang warga India yang ditemuinya.

Karena kasihan, warga India tersebut membawa Anisa ke rumah sakit untuk berobat. Tapi kemudian keberadaan Anisa ditemukan oleh majikannya yang membuat Anisa dibawa ke suatu lokasi dan dekat sebuah hotel, lalu diterlantarkan begitu saja.

Menurut Jefri, seorang PMI yang bekerja sebagai petugas hotel prihatin melihat kondisi Anisa dan menolongnya untuk menghubungi keluarga.

“Setelah mengetahui kejadian tersebut, saya menghubungi saudara yang berada di Malaysia untuk menjemput Anisa. Sehingga ia aman sekarang meski masih di Malaysia,” ujar Jefri.

Pihak keluarga berharap supaya Anisa bisa segera dibawa pulang.

“Kami berharap kasus ini harus diproses hukum. Tapi untuk sementara kami sangat berharap agar Anisa secepatnya dibawa pulang. Kami khawatir ia akan diambil lagi oleh majikannya untuk menutupi kesalahan,” tutur Jefri.

News Feed