by

6 Orang Ditangkap Terkait Penyerangan di Stasiun MTR Yuen Long

Polisi pada hari Senin (22/7/2019) mengatakan bahwa mereka telah menangkap enam orang sehubungan dengan kekacauan dan pertumpahan darah yang terjadi di stasiun MTR Long Yuen pada Minggu malam (21/7/2019).

Dilansir RTHK keenam orang tersebut ditangkap dan ditahan dengan dugaan telah melakukan kegiatan pengeroyokan ilegal. Polisi Tersangka yang kesemuanya lelaki didapati mengenakan kaus putih pada saat terjadinya insiden.

Kepala polisi Stephen Lo dalam pembelaannya terhadap polisi mengatakan adanya penundaan kedatangan polisi lebih dari setengah jam ke tempat terjadinya insiden di Stasiun MTR Yuen Long untuk membantu para korban dikarenakan sebagian besar polisi dari distrik tersebut sedang membantu menangani para pengunjuk rasa di Pulau Hong Kong.

Sementara dalam waktu yang sama polisi yang tersisa juga harus menangani tiga perkelahian dan kebakaran yang terjadi di daerah Yuen Long. Sedangkan para polisi yang pertama tiba di Stasiun MTR Yuen Long saat sekelompok pria yang menyerang ratusan orang pada Minggu malam tengah beraksi tidak melakukan intervensi segera karena mereka merasa “keselamatan diri mereka tidak dapat dijamin”.

Pihak kepolisian mendapatkan kritik serius atas apa yang dikatakan banyak orang sebagai respons yang lambat terhadap tindak kejahatan di tempat publik. Hal tersebut di buktikan dengan tidak adanya polisi yang terlihat saat segerombolan lelaki yang berpakaian putih dan mengacungkan tongkat bambu, berlarian dan secara brutal memukuli para penumpang dan jurnalis di area MTR.

Komisaris polisi juga dikejar dengan pertanyaan tentang laporan bahwa banyak orang yang menelepon 999 namun ternyata telepon digantung, atau malah dijawab disuruh tinggal di rumah jika penelepon merasa takut. Kepala polisi juga didesak mengapa orang-orang di Yuen Long yang terlihat mengenakan helm dan memegang batang logam tidak digeledah atau ditangkap saat polisi tiba. Lo menjawab pihaknya akan belajar lebih banyak, dan mengikuti prosedur yang ada.

Sebelumnya pada Minggu malam telah terjadi insiden, ratusan lelaki bertopeng menyerang secara brutal para pengunjuk rasa, jurnalis, warga yang berada di area MTR Yuen Long. Ratusan penyerang bertopeng berpakaian putih melakukan aksinya beberapa jam setelah aksi demonstrasi undang-undang anti ruu ekstradisi berakhir.

Kelompok pelaku tindak brutal tersebut menggunakan senjata tongkat bambu dan beberapa benda lainnya untuk menyerang orang-orang secara membabi buta. Selain melukai anggota parlemen Partai Demokrat Lam Cheuk-ting, belasan korban lainnya memerlukan perawatan di rumah sakit, dengan satu orang mengalami luka kritis dan lima lainnya dikatakan mengalami luka serius.

Front Hak Asasi Manusia Sipil menuduh polisi gagal untuk mengambil tindakan di Yuen Long ketika warga diserang dan sebaliknya malah melakukan tindakan tidak perlu dengan menembakkan gas air mata kepada para pengunjuk rasa di Sheung Wan.

“Preman telah menyerang orang yang lewat, seorang jurnalis dan anggota parlemen, melukai mereka, tetapi polisi gagal menegakkan hukum. Ini membuat kami sangat marah,” kutipan pernyataan Front yang dilansir di laman resminya.

Lebih lanjut Front mengatakan bahwa orang-orang Hong Kong harus bersatu untuk menentang kekerasan baik secara pribadi pun kekerasan secara struktural sebab “otoritas kuat” tertentu telah menggunakan “preman” untuk menyerang pengunjuk rasa sejak Gerakan Payung pro-demokrasi 2014.

News Feed