by

Seorang PMI Dipenjara 5 Bulan Karena Menganiaya Anak Majikan

Seorang pekerja migran asal Indonesia (PMI), Purasih (45th), diputuskan bersalah dan dihukum penjara selama lima bulan setelah terbukti melakukan pelecehan seksual terhadap dua anak majikannya, berusia dua dan empat tahun berkali-kali, Senin (15/7/2019).

Dilansir Sing Tao News, wakil hakim di Pengadilan Kwun Tong, Philip Chan Chee-fai, mengatakan korban yang masih anak-anak mengalami trauma cukup berat atas apa yang dialaminya.

Purasih sebelumnya telah mengaku bersalah atas penganiayaan dan perbuatan tidak senonoh terhadap anak majikannya yang masih di bawah umur dan perlu dijaga orang dewasa.

Menurut kronologi kejadian, kasus penganiayaan dan pelecehan seksual terungkap setelah salah satu anak laki-laki memberi tahu ayahnya bahwa alat kelaminnya sakit pada awal tahun ini (Januari 2019), tetapi ayahnya awalnya tidak menganggapnya serius.

Namun, ketika bocah tersebut kembali mengeluh kepada ayahnya pada 17 April, dan setelah memeriksa, sang ayah mendapati bahwa alat kelamin putranya merah dan bengkak, ayahnya baru curiga.

Saat mendengar pengakuan sang putra kalau Purasih selain mencubit juga pernah meremas alat kelaminnya, sang ayah langsung melapor ke polisi.

Dalam mitigasi, Pengacara mengatakan Purasih berharap untuk bisa segera kembali ke Indonesia agar bisa merawat putranya, yang sedang belajar di sekolah menengah. Selain itu Purasih meminta maaf dan menyesali perbuatannya.

Pengacara memohon Chan meringankan hukuman karena Purasih sudah mengaku bersalah atas perbuatannya.

Namun Hakim Chan mengatakan kejahatan yang dilakukan Purasih tergolong serius, dan pengadilan memiliki tanggung jawab untuk menjatuhkan hukuman dengan efek jera untuk menghindari insiden serupa terjadi di masa mendatang.

Tetapi, mengingat latar belakang Purasih dan bahwa dia sudah mengakui kesalahannya, Chan menjatuhkan hukuman lima bulan penjara.

Dalam kasus terpisah di pengadilan yang sama, seorang ayah dijatuhi hukuman dua tahun dan delapan bulan penjara karena melakukan kekerasan seksual terhadap putrinya sendiri ketika mereka tidur bersama.

News Feed