by

Jepang Butuh Banyak Tenaga Kesehatan dari Indonesia

Jepang membutuhkan tenaga kesehatan dalam jumlah banyak dari Indonesia. Hal tersebut disampaikan Kepala Balai Pelayanan Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Padang , Dra. Lismia Elita, M M pada Seminar Nasional dan Teleconfrence dengan ratusan perawat Indonesia yang diselanggarakan oleh LLDIKTI, pada tanggal 13 Juli 2019.

Setiap tahunnya Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) membuka peluang penempatan kepada tenaga kesehatan, khususnya untuk jabatan nurse dan perawat di panti jompo ke Jepang melalui program Government to Government (G to G).

Dilansir website BNP2TKI orang Indonesia dibutuhkan oleh negara Jepang, karena menurut mereka orang Indonesia selain ramah, juga pandai menjaga kebersihan dan keinginan untuk belajarnya tinggi, serta lebih mudah menyesuaikan diri dengan kebiasan orang-orang di Negeri Matahari Terbit itu dibanding pekerja migran dari negara lain.

“Orang Jepang itu sangat senang dengan orang Indonesia, dibandingkan dengan negara lainya, orang Indonesia itu dikenal dengan keramahanya. Hal ini sangat dibutuhkan oleh rumah sakit atau klinik di Jepang, terutama sebagai Care Worker di panti jompo di Jepang,”55 ujar Lismia.

Seperti yang disampaikan pada pertemuan pembahasan Rapat Dengar Pendapat (RDP) BNP2TKI dengan Komisi IX DPR RI, Senin 8/7/2019 lalu, Nusron Wahid mengungkapkan bahwa Jepang membutuhkan tenaga kerja sebanyak 410.000 di berbagai sektor, selama periode tahun 2019 sampai 2022.

Maka dalam acara tersebut, Kepala BP3TKI Padang berharap dapat mengubah paradigma dan pandangan calon perawat dan perawat yang mengikuti seminar, untuk berani mengambil peluang yang ada sebagai pekerja migran Indonesia (PMI) di sektor kesehatan.

Seminar tersebut juga menghadirkan narasumber dari profesi perawat Dr. Budhi Mulyadi, S. Kp, M. Kep, Ns, SP. Kep. Kom yang merupakan Ketua STIKES Indonesia dan juga salah satu pengurus dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sumatera Barat, yang memberikan dorongan agar kompetensi lulusan perawat dapat bersaing di dunia international.

News Feed