by

Politisi Malaysia Tolak Tuduhan Pemerkosaan Terhadap PMI

Paul Yong
Foto : Wikipedia

Paul Yong, seorang politisi sekaligus anggota Dewan eksekutif negara bagian Perak, Malaysia, menolak tuduhan bahwa dia sudah melakukan pelecehan seksual terhadap seorang pekerja rumah tangga (PRT) asal Indonesia.

Sebelumnya dilansir Malay Mail, Kepala Kepolisian Perak Comm Datuk Razarudin Husain membenarkan bahwa anggota dewan tersebut sudah ditahan pada hari Selasa (9/7/2019) untuk pemeriksaan dan dibebaskan kembali karena belum cukup bukti.

Yong sebagai terdakwa telah mengeluarkan pernyataan pers pada hari Selasa untuk menolak dan menyangkal tuduhan serta mengatakan bahwa dia tidak bersalah. Namun akan tetap bekerjasama penuh dengan polisi dalam penyelidikan kasusnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa penangkapan Yong didasari adanya seorang pekerja migran Indonesia (PMI) berusia 23 tahun yang telah melaporkan kasus pelecehan seksual dengan pelaku majikannya pada hari Senin (8/7/2019).

Berdasarkan investigasi pendahuluan, Kepala Kepolisian Negara Razarudin mengatakan jika terbukti Yong bersalah kasusnya diklasifikasikan berdasarkan Bagian 376 KUHP dan bisa dihukum hingga 20 tahun penjara dan cambuk. Sementara kasus sedang diusut, korban ditampung di tempat yang lebih aman.

Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Kuala Lumpur Agung Cahaya Sumirat, sebagaimana dikutip Republika mengatakan, Tim Satgas Perlindungan WNI masih melakukan pengecekan dan koordinasi termasuk dengan otoritas Malaysia untuk mencari klarifikasi atas kabar yang baru mereka terima.

Sementara itu, melalui Departemen Informasi Negara, pemerintah mengumumkan upacara pelantikan anggota Dewan Eksekutif Perak yang akan diadakan di Istana Iskandariah di Kuala Kangsar pada hari Kamis (11/7/2019) telah dibatalkan sehubungan munculnya kasus yang melibatkan anggotanya.

Comment

News Feed