by

Serikat Jurnalis Akan Lakukan Protes, Tuntut Polisi agar Menghormati Kebebasan Press

Tujuh Serikat Pekerja dan Organisasi Media pada hari Minggu (14/7/2019) akan melakukan aksi damai dengan mengenakan rompi dan helm untuk menyerukan tuntutan agar kepolisian Hong Kong menghormati kebebasan press.

Melalui laman resminya, Serikat Jurnalis Hong Kong mengatakan sejak berlangsungnya demontrasi anti-ekstradisi, dalam serangkaian demonstrasi, para wartawan merasa terancam keselamatannya karena berulang kali mengalami tindak kekerasan, didorong dan dihina oleh polisi. Bahkan dalam beberapa aksi massa ada wartawan yang terluka oleh tongkat polisi dan terkena gas air mata. Selama kurun berlangsungnya aksi tolak RUU Ekstradisi, tercatat 30 pengaduan yang diterima oleh serikat.

Aksi massa menggunakan baju hitam yang akan dimulai pada jam 10:30 pagi tersebut akan diikuti oleh jurnalis media, mantan jurnalis, staf jurnalisme, siswa yang sedang belajar jurnalisme, dan editor jurnal perguruan tinggi. Aksi dilakukan dari Harcourt Road menuju Markas Besar Polisi di Wan Chai.

Tujuh Serikat penyelenggara Aksi Massa adalah Serikat Jurnalis Hong Kong, Serikat Jurnalis Foto Hong Kong, Serikat Peninjau Independen, Serikat Pendidik jurnalisme perguruan tinggi, Serikat Staf Ming Pao, Serikat Media, dan Serikat Produsen RTHK.

Sementara itu pada hari yang sama warga Hong Kong juga akan melakukan aksi anti-ekstradisi di Sha Tin yang akan dimulai dari Taman Bermain Tai Wai pada jam 15:30 dan berakhir di Kantor Pemerintah Sha Tin sekitar pukul 18:30. Aksi tersebut selain mengusung lima tuntutan rakyat juga akan meminta anggota parlemen pro-demokrasi dari Sha Tin untuk tidak didiskualifikasi karena mengajukan mosi terhadap amandemen RUU Ekstradisi di Dewan Legislatif pada 25 Juli mendatang.

News Feed