by

Peringatan Hari Pekerja Rumah Tangga Sedunia

Dalam memperingati hari PRT sedunia yang ditetapkan pada tangal 16 Juni setiap tahunnya, Federasi Serikat Pekerja Rumah Tangga Asia di Hong Kong (FADWU) mendesak Negara-negara di Asia untuk meratifikasi Konvensi ILO 189 , tentang perlindungan PRT dari kekerasan dan pelecehan di dunia kerja.

 Meski pengesahan konvensi mengenai standard kerja layak  bagi PRT oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu telah disahkan sejak  tahun 2011 lalu,  menurut riset yang dilakukan WHO secara global satu dari tiga wanita telah mengalami beberapa bentuk pelecehan fisik, atau seksual selama bekerja menjadi  PRT.

Foto: Istimewa/dok IDWF

Karena mayoritas PRT adalah perempuan, mereka rentan mengalami kekerasan, pelecehan  dan dieksploitasi di berbagai jenis dan level. Eksploitasi yang paling umum dihadapi PRT migrant adalah, biaya agen yang berlebihan, dan pelanggaran lainya yang berdampak buruk  dan merugikan  fisik serta psikologi PRT.

Seperti yang  dialami oleh Adelina Sao, seorang PRT migrant Indonesia yang meninggal di Malaysia karena disiksa oleh majikanya. Atau Sabina Khatun, seorang PRT di India  yang ditemukan meningal, setelah diperkosa oleh anak dan sopir majikanya. Para pelaku kedua kasus itu masih bebas.

Menurut statement IDWF pada aksi May Day, situasi PRT yang mengalami kekerasan itu memiliki beban keuangan dan psikologis tambahan, namun mereka tidak diberi dukungan yang memadai. Secara luas kasus yang dialami PRT diabadikan dan dinormalisasi, karena pekerjaan rumah tangga tidak diakui dan diremehkan, terlepas dari kontribusi mereka yang besar terhadap ekonomi dan reproduksi social. PRT secara sistematis didiskriminasi dan dikeluarkan dari hak-hak dasar buruh.

Foto: Istimewa/dok IDWF

 ‘’saat ini tengah dibahas di Geneva dalam Konferensi Perburuhan Internasional, dan secara global kami mengkapanyekan konvensi itu untuk diadopsi, karena masih banyak Negara yang belum bisa melindungi PRT dan memasukan kedalam undang-undang  perburuhan yang dilindugi secara hukum’’  jelas Niken Anjar Wulan, program officer di International Domestic Workers Federation (IDWF) yang mengisi acara pada pertemuan dengan FADWU, 16 Juni 2019 di  HKCTU 1/F Fourseas building, 208 Nathan road, Jordan.

News Feed