by

Meski Tak Mudik, PMI Turut Meriahkan Ramadhan Dan Lebaran di Kampung Halaman

Berbeda dengan para perantau lokal, meski sama-sama bekerja jauh dari rumah, pertanyaan “lebaran nggak pulang?” tidak berlaku untuk para pekerja migran Indonesia (PMI) di Hong Kong.

Hal tersebut disebabkan nyaris semua keluarga di kampung sudah paham bahwa PMI di luar negeri terikat kontrak kerja yang tidak memungkinkan untuk mudik sebelum masa kerja berakhir.

Namun, meski tidak direpoti oleh persoalan mudik atau tidak mudik, ternyata PMI yang mayoritas menjadi tulang punggung keluarga justru memiliki persoalan lain, yakni mesti memenuhi kebutuhan ramadhan dan lebaran keluarganya.

“Pulang nggak pulang bagi saya sama saja. Seperti tahun lalu, saya mesti mengirim uang lebih banyak dari biasanya untuk kebutuhan beli bahan pokok sehari-hari yang harganya juga naik, untuk beli baju baru anak-anak dan orangtua juga,” kata Misnawati, PMI asal Madiun yang sudah 8 tahun bekerja di Hong Kong.

Apa yang diungkapkan Misnawati juga dialami oleh Dina yang mengaku meskipun tidak pulang tetap mempersiapkan lebaran keluarga dari jauh. “Sekarang kan semua sudah lebih mudah, banyak toko on-line.

Selain kirim uang ke orangtua dan suami buat kebutuhan sehari-hari, saya juga sudah pesan baju baru dan kue lebaran via on-line. Pokoknya orang rumah tahunya beres saja,” ujar Dina kepada Migran Pos.

News Feed