by

Sudah Diblacklist, Majikan di Singapura, Masih Bisa Mempekerjakan PRT Migran

Para majikan yang telah dihukum karena menyalahgunakan pekerja rumah tangga (PRT) migran, oleh Kementerian Tenaga Kerja Singapura secara permanen dilarang untuk mempekerjakan PRT Migran.

Tetapi The Straits Times telah menemukan fakta bahwa beberapa majikan yang sudah diblacklist tersebut masih bisa menemukan cara untuk merekrut PRT baru, Rabu (22/5/2019).

Dilansir oleh The Straits Times, dari hasil investigasi media tersebut mengungkapkan bahwa beberapa pelanggar tata cara narapidana entah bagaimana caranya masih berhasil merekrut pekerja baru. Salah satunya adalah seorang majikan perempuan berusia 31 tahun yang mengaku telah mempekerjakan tiga pekerja rumah tangga sejak dirinya dibebaskan dari penjara.

Majikan perempuan tersebut pernah dijatuhi hukuman 20 bulan beberapa tahun yang lalu karena terbukti telah meninju dan menendang PRT-nya pada beberapa kesempatan. Meski mengaku masih bisa mempekerjakan PRT Migran, majikan perempuan tersebut tidak mau mengatakan bagaimana dia bisa mengambil pekerja barunya.

Diduga bahwa beberapa pelaku kejahatan sengaja meminta anggota keluarga besar mereka untuk merekrut PRT Migran baru karena anggota keluarga inti (serumah) mereka juga turut diblacklist. Agen-agen tenaga kerja lokal mengatakan bahwa pihak berwenang dapat berbuat lebih banyak untuk membantu mereka mengidentifikasi majikan yang kejam dengan, misalnya, memberikan kepada mereka daftar pelaku pelecehan atau penyiksaan PRT Migran sehingga mereka dapat ditolak pada awal proses perekrutan.

Sementara itu kelompok-kelompok hak pekerja migran mengatakan pelarangan atau blacklist oleh pemerintah merupakan pencegah yang efektif karena konsekuensinya dirasakan oleh PRT Migran.

Namun, Sheena Kanwar, direktur eksekutif Organisasi Kemanusiaan untuk Migrasi Ekonomi, menyerukan penegakan larangan yang lebih kuat, bukan hanya sebatas peraturan tapi juga pengawasan prakteknya. Sheena merujuk ke celah dalam proses aplikasi pekerja, di mana “seorang calon majikan diminta untuk menyatakan atau menyebutkan semua anggota dalam rumah tangganya, tetapi bisa saja calon majikan tersebut dengan sengaja tidak menyebutkan nama seseorang yang telah diblacklist.” Terang Sheena Kanwar.

Ethan Guo, manajer umum Transient Workers Count Too (TWC2), mengatakan bahwa majikan yang berniat mempekerjakan PRT Migran bahkan ketika mereka sudah dilarang atau diblacklist masih “akan selalu menemukan jalan keluarnya.” Ujar Ethan.

” Hal yang paling penting dari semua, menurut Ethan adalah bagaimana memastikan para PRT Migran di Singapura memiliki akses untuk meminta tolong jika mereka menghadapi kesulitan,” terangnya.

News Feed