by

Bea Cukai Hong Kong Sita Ratusan Kotak Krim Pemutih yang Berbahaya

Bea Cukai Hong Kong menyita total 429 kotak krim pemutih yang diduga tidak aman untuk digunakan dan bisa membahayakan kesehatan kulit dari pengecer importir di Tsim Sha Tsui dan gudangnya di Yuen Long, Kamis (16/5/2019).

Melalui siaran media, Bea Cukai mengatakan sebelumnya telah melakukan operasi uji beli krim pemutih dari pasar lokal untuk pengujian keamanan dan menemukan bahwa kandungan merkuri dari sampel krim pemutih melebihi batas yang diizinkan yang ditentukan dalam standar keselamatan yang relevan.

Berdasarkan hasil uji coba, petugas bea cukai melakukan operasi hari dan menyita sejumlah krim pemutih dari pengecer sekaligus importir di Tsim Sha Tsui dan gudangnya di Yuen Long. Serta membuat himbauan dan larangan kepada para importir sekaligus pengecer, tentang larangan melanjutkan penjualan krim pemutih jenis tersebut.

Di bawah Ordonansi Keselamatan Barang-Barang Konsumen (CGSO), merupakan pelanggaran untuk memasok, memproduksi, atau mengimpor barang-barang konsumen Hong Kong kecuali barang-barang tersebut memenuhi persyaratan keselamatan umum untuk barang-barang konsumen.

Hukuman maksimum jika terbukti bersalah adalah denda HK$ 100.000 dan penjara selama satu tahun untuk hukuman pertama, dan HK$ 500.000 dan hukuman penjara selama dua tahun untuk hukuman berikutnya jika mengulang pelanggaran.

Selain akan terus melakukan pemeriksaan spot dengan tujuan untuk melindungi keselamatan konsumen, Bea Cukai juga mengingatkan para pedagang untuk mematuhi persyaratan CGSO. Warga masyarakat juga diingatkan agar tidak membeli atau menggunakan krim pemutih dengan komposisi yang tidak diketahui atau diperoleh dari sumber yang meragukan.

Jika mengetahui informasi yang berkaitan dengan barang-barang konsumen yang tidak aman, masyarakat bisa membuat laporan melalui hotline 24 jam Bea Cukai 2545 6182 atau akun email pelaporan kejahatan yang berdedikasi.

News Feed