by

Sumaini Dipenjara 2 Minggu Karena Laporan Palsu

Seorang pekerja rumah tangga (PRT) Migran asal Indonesia di Singapura, Sumaini (29th), dijatuhi hukuman penjara 14 hari pada hari Rabu (15/5/2019) karena telah membuat tuduhan palsu kepada majikan laki-lakinya.

Dilansir The Straits Time, Sumaini yang mengaku berselingkuh dengan suami majikannya mengatakan telah melakukan hubungan seks majikannya sebanyak dua kali kemudian berbohong kepada polisi, mengklaim bahwa suami majikannya itu telah memperkosanya.

Menurut pengakuan Sumaini di persidangan, ia membuat tuduhan palsu dengan harapan hal itu akan membantunya dan bisa menjadi alasan kembali ke Indonesia. Sebab majikan perempuannya selalu melarangnya pulang.

Sumaini juga mengakui bahwa ia telah memberikan informasi palsu kepada seorang petugas polisi yang bertugas di Cabang Kejahatan Seksual Serius dari Departemen Investigasi Kriminal.

Wakil Jaksa Penuntut Umum Gregory Gan mengatakan bahwa majikan perempuan Sumaini melapor ke polisi pada 7 Februari 2019.  Laporan tersebut menyatakan bahwa Sumaini telah “dilecehkan secara seksual”. Majikan perempuan juga menemani Sumaini ke kantor polisi untuk wawancara, dan PRT itu mengatakan kepada seorang polisi sekitar pukul 6 sore bahwa suami majikannya telah memperkosanya pada 15 January 2019.

Polisi menangkap majikan laki-laki sekitar 45 menit kemudian dan dia langsung dibawa ke penjara di kompleks tersebut. Polisi mengatakan bahwa setelah merekam pernyataan Sumaini, polisi juga memeriksa ponselnya dan menemukan pesan teks di Facebook Messenger antara Sumaini dan suami majikannya. Pesan-pesan tersebut salah satunya dari Sumaini yang menyatakan bahwa dia merindukan laki-laki itu, dan merayu agar keduanya tetap menjalin hubungan. Polisi mengkonfrontasi Sumaini dengan pesan-pesan itu dan akhirnya suami majikan dinyatakan tidak bersalah sekitar jam 10 malam. Laki-laki itu pun dibebaskan sekitar satu jam kemudian.

“Terdakwa mengakui bahwa dia memutuskan untuk mengatakan yang sebenarnya setelah dihadapkan dengan pesan Facebook. Dia mengatakan bahwa dia berbohong tentang tuduhan pemerkosaan karena dia ingin kembali ke Indonesia tetapi (istri laki-laki itu) menolak untuk mengizinkannya pulang,” kata jaksa Gan kepada Hakim Distrik Luke Tan.

Gan mendesak hakim untuk menghukum Sumaini antara 10 hari hingga dua minggu penjara dengan menekankan bahwa seorang laki-laki yang tidak bersalah harus menghabiskan waktu dalam tahanan karena kebohongan Sumaini.

Sumaini yang hadir di persidangan mengatakan akan menerima apapun hukumannya dan dia mengaku menyesal serta menyadari kesalahannya. Menurut Hukum Singapura jika memberikan informasi palsu kepada polisi, terdakwa bisa dipenjara hingga satu tahun dan didenda maksimal sebesar 5.000 dolar Singapura.

News Feed