by

PRT Migran Tersangka Kasus Pencurian Mengklaim Dijebak Majikan

Seorang pekerja rumah tangga (PRT) Migran asal Filipina, Ana Liezel Berbana (33th), tersangka kasus pencurian mengatakan kepada pengadilan bahwa sebenarnya dia tidak mencuri uang dari rumah majikannya di Mid Level.

Dilansir Asia Times, terdakwa mengatakan kepada Pengadilan Magistrate Wilayah Timur pada hari Jumat (10/5) bahwa dia tidak tahu apa-apa tentang uang sebesar 1.700 renminbi (US $ 246) yang oleh majikannya Wong Man-nga dikatakan telah dicurinya.

Sementara pengacaranya mengklaim bahwa tuduhan itu adalah set-up atau rekayasa majikan. Berbana mengatakan bahwa tuduhan Wong dan penangkapannya pada 21 Desember tahun lalu terjadi setelah dia mengeluh kepada Wong karena harus menggunakan uangnya sendiri untuk membeli makanan tambahan untuk rumah tangga majikan.

Pengacara pembela, Philip Ross, mengatakan majikannya membuat catatan renminbi-nya difotokopi sebelum melaporkan kepada polisi bahwa dia telah kehilangan uang tersebut. Philip mengatakan Wong meninggalkan 40 catatan renminbi tanpa pengawasan di tas tangan di tempat tidurnya. Dia kemudian memerintahkan terdakwa untuk membersihkan kamar mandi di kamarnya, yang merupakan kebalikan dari kebiasaannya sehari-hari yang tidak pernah mengizinkan PRT memasuki kamarnya.

Terdakwa mengatakan kepada pengadilan bahwa dia melihat ruangan itu berantakan, jadi dia merapikannya sedikit setelah membersihkan kamar mandi kemudian pergi ke kamarnya untuk beristirahat. Beberapa saat kemudian, dua petugas polisi datang dan berkata Wong kehilangan sejumlah uang.

Petugas menggeledah kamar PRT, pakaian tempat tidur dan kopernya. Setelah berkeliling mencari, petugas menemukan tas plastik putih yang jatuh dari saku jaket hitam. Plastik itu berisi pembalut wanita yang dibungkus kertas tisu, tetapi, ketika dilihat lebih dekat, ternyata di dalamnya ada 17 lembar uang kertas 100 renminbi.

Hakim Lam Tsz-kan menunda kasus hingga hari Kamis untuk membacakan putusan pengadilan pengadilan.

News Feed