by

PRT Migran dan Majikannya Disidang Atas Kasus Peminjaman Uang Secara Ilegal

Seorang Pekerja Rumah Tangga (PRT) Migran asal Filipina Shirley Cansino Eustaquio (45th) dan majikannya yang warga negara Singapura Tan Boon Teck (60th) menjalani persidangan hari ini. Keduanya disidang karena terlibat bisnis pinjaman uang tanpa izin yang menawarkan pinjaman kepada para PRT Migran, Selasa (14/5/2019).

Dilansir The Straits Time, majikan dan PRT-nya masing-masing mendapat tuntutan berdasarkan Undang-undang Pemberi Pinjaman Singapura karena telah meminjamkan uang dengan mengenakan bunga sebesar 20 persen. Pada tanggal 17 Juli tahun lalu, Tan diduga telah mengeluarkan pinjaman $ 500 kepada seorang perempuan di Orchard Road.

Adapun Eustaquio, dia dituduh membantu Tan untuk menjalankan bisnis pinjaman uang. Dia diduga mengeluarkan pinjaman $ 500 kepada perempuan lain sekitar akhir tahun lalu.

Dalam pernyataan pada Senin malam, polisi mengatakan mereka telah menerima laporan tentang pasangan majikan dan PRT-nya tersebut sejak November lalu. Setelah menetapkan identitas mereka, petugas dari Departemen Investigasi Kriminal, serta divisi Polisi Woodland dan Tanglin, melakukan operasi pada hari Minggu lalu yang berhasil menangkap basah pasangan itu di Orchard Road. Uang tunai, dua telepon seluler, dan catatan-catatan kegiatan peminjaman uang tanpa izin berhasil disita polisi.

“Polisi telah mengamati bahwa semakin banyak pekerja migran termasuk pekerja rumah tangga migran yang meminjam uang dari rentenir yang tidak berlisensi. Dalam beberapa kasus, pekerja asing ini akan membantu para pemberi pinjaman uang tanpa ijin dalam kegiatan ilegal mereka atau menjalankan operasi itu sendiri,” kata seorang juru bicara kepolisian.

Lebih lanjut pihak kepolisian mengatakan akan terus bekerja sama dengan organisasi-organisasi lain – seperti Kementerian Tenaga Kerja, Pusat Pegawai Rumah Tangga dan Asosiasi Pekerja Rumah Tangga Asing untuk Dukungan dan Pelatihan Sosial – guna mendidik pekerja migran agar tidak mengambil pinjaman dari rentenir yang tidak berlisensi.

“Polisi akan terus bekerja sama dengan para pemangku kepentingan yang relevan untuk mengintensifkan upaya kami untuk menjangkau pekerja migran untuk memperingatkan mereka tentang konsekuensi hukuman berat jika terlibat dalam kegiatan pinjaman uang tanpa izin,” tambah juru bicara kepolisian.

Usai sidang, Tan dipindahkan ke Divisi Polisi Pusat dan akan kembali ke pengadilan pada 21 Mei. Sementara Eustaquio menjadi tahanan luar dengan jaminan $ 15.000 dan kasusnya ditunda hingga 4 Juni.

Jika terbukti bersalah, orang-orang yang melanggar undang-undang peminjaman uang atau membantu dalam bisnis pinjaman uang tanpa ijin di Singapura bisa dikenai hukuman penjara maksimal hingga empat tahun dan didenda antara $ 30.000 dan $ 300.000.

News Feed