by

Tambak Ikan di Korea Selatan Butuh Lebih Banyak Pekerja Migran Musiman

Pemerintah daerah Wando menuntut kepada pemerintah pusat Korea Selatan agar izin untuk pekerja migran musiman diperluas di lebih banyak sektor. Tuntutan tersebut diajukan karena para pengusaha di wilayahnya membutuhkan lebih banyak lagi pekerja migran musiman setelah musim panen ikan usai.

Menurut sistem izin kerja asing (EPS) atau sistem perekrutan pekerja migran yang dijalankan oleh Kementerian Pekerjaan dan Tenaga Kerja Korea Selatan sebelumnya, izin kerja atau permit memungkinkan para pengusaha manufaktur atau konstruksi, perikanan dan industri pertanian dengan kurang dari 300 pekerja reguler untuk mempekerjakan pekerja migran secara resmi.

Pekerja migran di bawah sistem izin kerja tersebut dapat diperpanjang izin tinggalnya satu tahun 10 bulan setelah tiga tahun kontrak selesai. Namun, pada kasus-kasus tertentu seperti pertanian dan desa nelayan, lebih membutuhkan banyak pekerja selama musim panen saja. Oleh karena itu mereka lebih suka pekerja migran musiman daripada sistem izin kerja yang mewajibkan mereka untuk mempekerjakan para pekerja lebih dari satu tahun.

Dalam tuntutannya para pengusaha tambak ikan mengatakan bahwa sistem izin kerja itu memberatkan bagi pengusaha di sektor pertanian dan perikanan di mana lebih membutuhkan tenaga kerja hanya untuk jangka waktu singkat, setidaknya dalam kurun satu tahun.

Selain itu untuk menggunakan sistem izin kerja, prosedur aplikasinya dianggap sangat ketat dan menyulitkan mereka. Didasari tuntutan tersebut Kementerian Kehakiman pada tahun 2015 mengizinkan pekerja migran yang masuk ke Korea untuk bekerja musiman dengan visa kerja jangka pendek (C-4). Izin tersebut memungkinkan para pekerja migran di sektor pertanian dan di desa-desa nelayan untuk bekerja hingga 90 hari.

Izin pekerja migran musiman yang diberikan oleh Kementerian Kehakiman tidak berlaku untuk sektor pabrik atau perusahaan yang mengolah dan memproduksi ikan dari hasil panen tambak atau dari hasil melaut yang tentunya membutuhkan pekerja bekerja lebih dari 90 hari.

Para pengusaha yang membutuhkan pekerja migran untuk pabrik dan melaut tetap harus menggunakan Sistem Izin Kerja yang diberlakukan oleh Kementerian Pekerjaan dan Tenaga Kerja Korea.

Seiring dengan meningkatnya permintaan dan kebutuhan atas pekerja migran musiman, pemerintah daerah Wondo menuntut izin perluasan pekerja migran musiman di sektor lainnya. Terutama di sektor perikanan untuk pengolahan hasil perikanan, di mana pekerjaan jangka pendek dalam waktu 90 hari selesai dan perlu proses lanjutan.

Mereka menuntut agar perekrutan pekerja migran musiman juga bisa dilakukan untuk pekerjaan pengumpulan dan pengeringan rumput laut, pengeringan abalon di jalan, dan lain-lain.

Tuntutan dari pemerintah daerah Kabupaten Wando, Provinsi Jeolla Selatan sebagai pusat budidaya produk perikanan yang disampaikan kepada Departemen Kehakiman tersebut menarik perhatian banyak pihak. Sebab dalam beberapa hal, perluasan pekerja migran musiman dikhawatirkan juga dapat menyebabkan peningkatan jumlah pekerja migran yang tidak terdaftar atau pekerja migran ilegal.

News Feed