by

Trend Belajar Tata Rias PMI Hong Kong

Dianggap bisa menjadi peluang usaha di tanah air, Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hong Kong menekuni dan belajar tata rias.

Kegiatan belajar tata rias kebanyakan diadakan di taman Lai Chi Kok, Mei Foo dan taman Victoria Park, Causeway Bay. Banyak alasan kenapa mereka ingin belajar tata rias, meski biaya yang dikeluarkan tidak murah.

Biasanya mereka belajar tata rias di sanggar rias, organisasi atau belajar dari PMI yang sudah senior dalam hal tata rias. Biaya yang dibutuhkan biasanya untuk membeli peralatan rias dan juga penyewaan pakaian untuk model yang dirias.

Tujuan ikut belajar rata rias untuk menambah pengalaman dan bekal usaha di tanah air.

“Saya ikut belajar rias untuk nambah pengalaman dan sangu saat pensiun jadi PMI,” tutur Atun, PMI asal Madiun, Kamis (11/04/2019).

Alasan yang lain kenapa ikut belajar tata rias, karena hobi dengan segala sesuatu yang berhubungan fashion. Tata rias juga bisa dijadikan sumber penghasilan setelah “pensiun” dari pekerjaan sebagai buruh migran.

“Dari awal aku ke Hong Kong aku suka yg berbau fashion, dan bisa menjadi penghasilanku setelah tidak jadi PMI,” tutur Anita, PMI yang sering mengikuti lomba fashion show, Kamis (11/04/2019).

Foto: Istimewa/Nadien

Salah satu tujuan mengadakan belajar rias adalah untuk menlestarikan budaya Indonesia, terutama dalam hal tata rias pengantin. Agar generasi muda juga memahami bagaimana merias pengantin yang benar.

“Ingin melestarikan budaya tanah air, utamanya dalam hal pakem rias pengantin. Aku juga pengen anak-anak muda paham dan tau pakemnya rias, jadi ilmunya tidak mandek,” kata Shinta, PMI yang juga mengajar tata rias di Mei Foo, Kamis (11/04/2019).

Foto: Istimewa/ Nadien

Umumnya pelajaran tata rias yang diajarkan adalah, rias kasual, rias pengantin adat jawa, dan rias pengantin gaya eropa. Untuk menguasai seluruh kategori riasan memerlukan waktu sekitar 12 kali pertemuan.

News Feed