by

Cantik Itu Mahal

Ada harga yang harus dibayar untuk tampil cantik dan sempurna dalam sebuah perlombaan fashion show. Namun, fashion show bukan hanya adu kecantikan, tapi  juga adu kepercayaan diri dan mengasah talenta di panggung catwalk.

Fenomena fashion show PMI Hong Kong

Fenomena lomba fashion dikalangan buruh migran di Hong Kong makin menjamur. Bahkan hampir setiap minggu ada perlombaan fashion show, baik yang diadakan oleh organisasi maupun individu. Kategori yang diperlombakan pun makin beragam.

Untuk terjun ke dunia fashion, tidak hanya bermodal cantik dan menguasai catwalk. Tetapi kita juga harus siap menanggung biaya untuk mempercantik penampilan. Biaya yang dikeluarkan biasanya untuk tata rias, menyewa pakaian dan asesoris serta pendaftaran lomba.

Dalam lomba fashion show, terdapat beberapa kategori perlombaan.  Tapi umumnya ada dua kategori, yaitu kategori kasual dan glamor. Biaya yang dikeluarkan pun berbeda. Untuk kategori kasual, model riasan dan pakaian yang dipakai lebih sederhana.

Untuk mengikuti sebuah pementasan fashion show gaya kasual, dana  yang dikeluarkan sekitar HK$ 300-HK$ 500. Pengeluaran itu meliputi biaya tata rias, biaya pendaftaran lomba dan sewa baju. Untuk kategori ini, ada yang menggunakan pakaian koleksi pribadi. Sedangkan biaya untuk riasan kasual berkisar  antara HK$ 100-HK$ 300.

Kesi Hidayah. Foto: Arizona

“Untuk kategori casual, kalau bajunya nyewa biayanya sekitar HK$ 500, kadang memakai baju punya sendiri, biayanya lebih murah, sekitar HK$ 300, kata Fanny Nabilla, PMI asal Lampung, Jum’at (8/03/2019).

Berbeda lagi untuk perlombaan kategori glamor. Untuk mengikuti lomba jenis ini akan lebih banyak mengeluarkan biaya. Hal ini dikarenakan  biaya tata rias dan sewa pakaian yang lebih mahal dari kategori kasual. Tidak semua  peserta lomba mempunyai koleksi baju glamor. Biasanya untuk satu kali tampil akan menghabiskan biaya antara HK$ 700-HK$ 1.500.

Kalo kebaya yang dari perancang sewanya sekitar HK$ 800, biaya tata rias dan asesoris sekitar HK$ 500, tutur Kanjeng Ratu, PMI yang tinggal di Wong Tai Sin, Kamis (7/03/2019).

Foto: Istimewa/Putri Pandora

Mahalnya biaya untuk mengikuti sebuah perlombaan, kita bisa menyimpulkan bahwa untuk bisa tampil cantik dan sempurna, kita harus berani mengeluarkan biaya. Lantas, apakah arti dari cantik itu? apakah  untuk menjadi cantik  harus mahal dan mewah?

Pengertian dan ukuran cantik

Ada beberapa pendapat tentang pengertian cantik, dan ukuran bagaimana seorang wanita bisa dikatakan cantik.

Cantik adalah sesuatu yang relatif. Bahkan kita juga sepakat bahwa  semua wanita itu cantik secara fisik. Dan hanya kecantikan hati yang akan benar – benar membedakan satu dengan lainnya, dilansir dari IDN Times (18/11/2017).

Menurut The Truth About Beauty, cantik adalah apapun yang secara sexual menarik untuk pria.

Menurut survei yang diadakan oleh Sindo News, pada 25 Januari 2017 sampai 9 Februari 2017, melalui metode wawancara dibeberapa kota besar di Indonesia. Yang menjadi ukuran cantik adalah; ramah dan murah senyum, cerdas, kulit putih dan bersih, lesung pipit, badan tinggi, langsing, rambut panjang, kulit eksotik (berwarna gelap), bulu mata lentik, mata cerah dan bersinar.

Jadi bisa disimpulkan, bahwa ukuran cantik itu tidak harus mahal dan mewah.  Cantik itu tergantung penilaian seseorang terhadap diri kita. Dan setiap individu pasti mempunyai sisi cantik meski tampil  sederhana.

Wanita harus tetap berpenampilan cantik

Seorang wanita dituntut untuk selalu tampil cantik. Ada beberapa alasan mengapa wanita tetap harus berpenampilan cantik.

Menutut Deny, adanya hubungan antara kecantikan, kesehatan dan kebersihan. Untuk itu mengapa wanita harus tampil cantik.

“Cantik itu kelihatan bersih, bersih itu sehat, sehat itu segar, segar itu enak dipandang,” kata Deny PMI yang tinggal di Lok Fu, Kamis (28/03/2019).

Semua wanita umumnya ingin terlihat cantik. Kecantikan wanita juga menggambarkan bagaimana kita menyayangi diri kita sendiri

” Sudah kodrat wanita ingin tampil cantik, kalo gak ingin terlihat cantik, berarti dia tidak peduli dan gak sayang  diri sendiri,” tutur Erica, PMI asal Ponorogo, Kamis (28/03/2019).

Pendapat lainnya, bahwa kecantikan itu adalah impian setiap perempuan.

” Karena cantik adalah impian setiap perempuan, juga dambaan kaum adam,” ujar Ayumi PMI yang sudah dua tahun bekerja di Hong Kong, Kamis (28/03/2019).

Adu kecantikan atau kepercayaan diri.

Dengan mengikuti perlombaan fashion show, yang memerlukan biaya mahal, bisakah membuat kita menjadi cantik, atau hanya sebagai ajang untuk membuktikan rasa percaya diri?.

Menurut Kesi, mengikuti fashion show adalah ajang untuk membuktikan kepercayaan diri agar bisa tampil dan menunjukkan hasil kreasi.

“menurutku fashion show itu adalah lomba  Kepercayaan diri, karena  dengan  percaya  diri, saya bisa menguasai performance, dan saya juga sering menampilkan hasil karya, kreasi saya  sendiri, kata kesi Hidayah, Pemenang Miss Smartone 2017-2018, Jum’at (29/03/2019).

Fashion show adalah lomba kepercayaan diri, karena kalau disebut lomba kecantikan, yang merasa kurang cantik tidak akan mendaftar untuk mengikuti perlombaan.

“lomba  kepercayaan diri pastinya, karena kalau adu  kecantikan yg merasa tidak cantik tidak mau daftar lomba, ujar Wardah  Syakira, PMI yang pernah mengadakan lomba fashion show, Jum’at (29/03/2019).

Sanggar kembar berpendapat, bahwa fashion show adalah ajang untuk mengasah kepercayaan diri, melatih mental dan juga mengasah talenta.

” Lomba fashion sebenarnya untuk mengasah kreatifitas  dan Kepercayaan diri, melatih mental dan mengasah talenta,” tutur Sanggar Kembar, PMI yang pernah mengadakan parade seni di Hong Kong, Jum’at (29/03/2019).

Fashion  show adalah ajang untuk mengasah seberapa besar kepercayaan diri. Salah satu wadah untuk menunjukkan kreatifitas, mengasah mental  dan menunjukkan kemampuan dibidang catwalk. Kecantikan yang ditunjukkan adalah hal yang harus dilakukan untuk menunjang kesempurnaan sebuah penampilani atas panggung.

News Feed