by

Seorang PMI di Singapura Dipenjara Karena Kasus Penganiayaan Bayi

Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) berusia 24 tahun di Singapura dijatuhi hukuman penjara pada 8 April lalu, setelah terbukti bersalah melukai bayi kembar majikannya yang masih berusia 14 bulan dengan mencakar wajah mereka.

Dikutip dari Straits Times, PMI yang tidak disebutkan identitasnya tersebut melukai bayi pada sekitar pukul 10:40 pada tanggal 10 November 2018, ketika si kembar sedang tertidur di ruang tamu rumah tempat ia bekerja.

PMI itu mencakar bayi perempuan dengan kukunya sebelum kembali ke kamarnya. Ketika nenek bayi mendengar bayi itu menangis, ia berusaha menghibur bayi dan membuatnya kembali tidur sebelum kembali ke dapur. PMI itu kemudian mencakar bayi laki-laki, karena dia pikir bayi perempuan belum cukup keras menangis untuk mengganggu neneknya. Segera setelah itu, nenek yang kemudian merawat kedua bocah yang menangis, melihat bekas goresan dan bekas darah di wajah cucunya.

Saat masih di rumah majikan, PMI awalnya membantah tuduhan majikan. Namun setelah majikannya mengajukan pengaduan ke polisi, PMI tersebut mengakui bahwa dia kesal setelah nenek kedua bayi itu memarahinya hanya karena salah meletakkan papan setrika. Selain itu, ibu kedua bocah itu juga memarahinya setelah keluarganya di Indonesia menelepon rumah pada malam hari dan meminta untuk berbicara dengannya.

Para jaksa mendesak pengadilan untuk menghukum terdakwa setidaknya tiga bulan penjara karena tersangka telah menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan kepadanya oleh keluarga majikan. Setelah mengaku bersalah, terdakwa yang hadir di persidangan dijatuhi hukuman penjara selama 12 minggu.

News Feed