by

Serikat Buruh Korea Tuntut Hak Buruh Dipenuhi

-Berita-1,018 views

Konfederasi Serikat Buruh Korea (KCTU) mendeklarasikan penolakan revisi aturan perburuhan dan menuntut hak dasar buruh, Selasa (2/4/2019).

Dilansir oleh laman resmi KCTU, untuk menanggapi revisi undang-undang perburuhan yang dilakukan pemerintah, termasuk adanya debat kongres pada 1 April dan sidang paripurna pada 5 Mei, yang akan mengesahkan serta mengumumkan peraturan ketenagakerjaan baru, KCTU memutuskan untuk melakukan aksi perlawanan.

Sebagai bagian dari aksi, KCTU mengadakan konferensi pers di depan kantor Majelis Nasional untuk meminta majelis memfokuskan pada revisi undang-undang perburuhan yang menolak tiga hak buruh dan menjamin hak mogok oleh para buruh.

“Jika Anda melakukan degenerasi, Anda tidak akan takut perang habis-habisan,” demikian kutipan isi siaran media yang dibacakan Kim Myung-whan, ketua KCTU.

Kim juga mengatakan bahwa pemerintah, yang merupakan pemerintah yang korup, sedang melakukan reformasi tenaga kerja alih-alih reformasi yang sesuai dengan pikiran rakyat tapi malah mengebiri hak-hak buruh.

“Jika pemerintah dan Majelis Nasional menjalankan korupsi sambil mengabaikan hak-hak pekerja dan upah minimum sebagai hak dasar para pekerja, maka KCTU akan melakukan aksi sepanjang hari” kata Kim.

Para pekerja konstruksi dan pekerja perawatan kesehatan, adalahyang paling terkena dampak langsung dari perluasan sistem tenaga kerja yang fleksibel dan restrukturisasi sistem upah minimum juga mengkritik RUU reformasi pemerintah.

Ketua serikat pekerja, Na Sun-ja, juga mengatakan bahwa revisi pemerintah tentang sistem upah minimum juga merupakan penyimpangan karena diputuskan secara sepihak.

“Sejak 1988, ketika sistem upah minimum diberlakukan, tidak pernah diberlakukan secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan pihak yang berkepentingan yakni kami,” kata Na.

Hingga hari ini KCTU sudah menggelar aksinya selama satu malam dua hari di depan kantor Majelis Nasional.

Pada 4 Mei mendatang, setelah pertemuan KCTU, KCTU akan kembali berkumpul di Majelis Nasional Yeouido untuk merencanakan aksi massa untuk menyikapi sidang pleno Majelis Nasional.

News Feed