by

PSI: #2019GantiDPR

Menilai kinerja DPR RI saat ini terburuk sepanjang reformasi. Sejumlah kader Partai Solidaritas Indonesia ( PSI) mengatasnamakan diri  Tim Bersih-Bersih DPR mendatangi gedung Nusantara III dan membentangkan spanduk  #2019GantiDPR. Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (1/4/2019).

Selain spanduk, mereka juga membawa dua piala berbentuk alat absensi  bertuliskan ‘Gabut Award’.

Salah satu kader sekaligus caleg PSI Daniel Tumiwa mengatakan, penghargaan tersebut diberikan untuk menindaklanjuti temuan Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (FORMAPPI)  yang menyebut kinerja DPR RI dalam masa sidang 1 tahun 2018-2019 menjadi periode dengan kinerja terburuk sejak reformasi.

“DPR RI periode 2014-2019 sudah gagal dan menjadi parlemen terburuk sejak reformasi,” ujar Daniel.

Daniel menambahkan, pada tahun pertama menjabat, DPR berhasil mengesahkan tiga rancangan undang-undang (RUU). Angka ini sempat meningkat di tahun kedua dengan disahkannya 10 RUU.

Namun, produk legislasi terus menurun menjadi enam dalam dua tahun terakhir. Puncaknya adalah tahun ini. Dimana DPR hanya mengesahkan empat RUU dari 50 RUU yang direncanakan.

“Ketika pemerintah kita sudah banyak melakukan pembenahan, parlemen kita masih saja melempem. Hal ini terjadi karena anggota dewan kita tidak pernah dituntut untuk memiliki mekanisme pelaporan kinerja kepada publik yang jelas. Ini harus diubah,” kata Daniel dinukil dari Kompas.com.

Selain spanduk dan piala sabagian kader lainnya memeng kertas yang berisi kliping berita dari media online terkait Rapat Paripurna ke-14 masa sidang IV di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/3/2019), dimana dalam rapat paripurna saat itu hanya ada 24 anggota DPR yang hadir.

Namun, para kader PSI akhirnya mengurungkan niatnya. Sebab tak menemui kata sepakat ketika bertemu dengan pihak Sekretariat Jenderal DPR RI.

News Feed