by

Dua Siswa SMAN 1 Grabag Memenangkan Emas Olimpiade Biologi di Hong Kong

Dua siswa SMAN 1 Grabag Magelang, Muhammad Usman Muqoffa (18th) dan Muhammad Farkhan Suha (18th), berhasil memenangkan Olimpiade Biologi atau Student Science Project Competition (HKSSPC) 2019 yang diselenggarakan di Hong Kong, Rabu (27/3/2019).

Menurut berita yang dilansir detik.com, prestasi yang diraih kedua siswa kelas XI-IPA.3 SMAN 1 Grabag tersebut merupakan pertama kalinya untuk lomba di kancah internasional.

Penelitian keduanya yang berhasil membuat juri terpikat berjudul Nabe atau Nasi Beton (Analog Rice From Jackfruit Seed).

“Ide penelitian ini, pertama saya pernah naik sepeda motor melihat ibu-ibu membuang plastik yang berisi beton atau biji nangka di tempat sampah. Terus saya lanjut lagi, melihat mbah-mbah lagi mengeringkan beras sisa, kemungkinan beras itu dibuat beras aking. Kami melihat ada korelasi di antara dua masalah ini, kami mencoba membuat beras analog dari biji nangka,” ujar Suha seperti dikutip detik.com, Rabu (27/3/2018).

Menurut Suha, penelitiannya didasari keprihatinan ketika melihat biji nangka tidak ada harganya dan hanya menjadi limbah meskipun kandungan gizinya cukup tinggi dan kandungan karbohidratnya nggak kalah dengan nasi. Bahkan biji nangka punya efek untuk meningkatkan produksi insulin dalam pangkreas sehingga baik untuk penderita diabetes militus. Sementara itu masih banyak masyarakat yang makan nasi aking.

Sebelum mengikuti olimpiade di  Hong Kong pada 21-24 Maret 2019, Suha mengikuti lomba Indonesia Science Project Olimpiade 2018 dan berhasil mendapatkan medali perak untuk juara dua.

“Ketika saya kelas X itu, mengirimkan proposal. Setelah itu, lolos kemudian mengirimkan full paper (makalah lengkap). Lolos masuk semifinal dan maju ke Jakarta, seleksi poster masuk terus masuk final, kemudian presentasi di depan juri. Alhamdulillah mendapatkan medali perak (juara dua) tingkat nasional. Setelah itu, ada surat keputusan bahwa kami menjadi delegasi Indonesia di ajang lomba HKSSPC 2019 di Hong Kong,” tutur Suha, Rabu (27/3/2019).

Sebelum mempresentasikan penelitian di hadapan juri,  Suha telah mengirimkan proposal penelitian sejak November 2018. Setelah mengirimkan proposal tersebut Suha memperoleh kabar jika harus mempresentasikan hasil penelitiannya dalam kompetisi yang diikuti oleh 30 tim pelajar dari Mexico, Amerika, Chili, Korea, Filipina, Thailand, Singapura dan beberapa negara lainnya. HKSSPC 2019 adalah kompetisi yang bertujuan untuk mempromosikan minat generasi muda dalam sains dan teknologi, mengembangkan kreativitas dan pola pikir ilmiah mereka melalui pemahaman yang lebih baik dan penerapan sains dan teknologi yang inovatif, dan menginspirasi minat intelektual dan karir mereka dalam sains dan teknologi

News Feed