by

Sinta Nuriyah Wahid: PMI adalah Perempuan Tangguh

Ratusan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hong Kong berkesempatan mengikuti acara temu kangen dengan Ibu Negara Indonesia ke-4 Dra. Sinta Nuriyah Wahid, Minggu (24/3/2019).

Dalam temu kangen Ibu Sinta menyampaikan pesan utamanya untuk semua PMI yang sedang bekerja di Hong Kong, agar selalu tangguh dan bisa menjadi panglima dalam menyelesaikan berbagai permasalahan baik di keluarga maupun di masyarakat.

Acara yang diselenggarakan oleh KJRI bekerja sama dengan BNI tersebut merupakan bagian dari kegiatan sosialisasi perlindungan dan pembinaan PMI di Hong Kong, khususnya dalam tema wawasan kebangsaan dan peranan perempuan.

Acara yang dibuka oleh Konjen RI Hong Kong Tri Tharyat, selain dihadiri oleh perwakilan dari 200 organisasi PMI yang ada di Hong Kong, dihadiri pula oleh perwakilan dari BUMN di Hong Kong serta wakil masyarakat lainnya.

Ibu Sinta Nuriyah menyampaikan kekagumannya terhadap para perempuan PMI yang bekerja di Hong Kong karena mereka telah membantu meningkatkan taraf hidup keluarganya masing-masing serta menjadi sumber devisa bagi negara.

“Anda semua adalah perempuan yang tangguh yang memberikan kontribusi sangat besar bagi kesejahteraan keluarga dan masyarakat di Indonesia,” kata Sinta Nuriyah, Minggu (24/3/2019).

Sesuai dengan tema acara, Ibu Sinta mengajak semua PMI untuk selalu menjaga persatuan dan silaturahmi di antara seluruh mereka tanpa melihat perbedaan asal daerah, suku bangsa  dan agama.

“Apapun perbedaan kita, kita semua berada dalam satu naungan yang sama yaitu merah putih dan Indonesia,” tegas Ibu Sinta, Minggu (24/3/2019).

​Menurut Ibu Sinta, untuk menjaga silaturahmi serta mencegah adanya hoaks, para perwakilan organisasi PMI paling tidak dapat berkumpul secara rutin untuk membahas berbagai permasalahan, baik itu permasalahan di Hong Kong maupun isu-isu yang sedang terjadi di Indonesia dan mencari tahu kebenarannya.

Sementara itu dua putri Sinta Nuriyah yaitu Anita dan Inayah yang turut hadir juga berbagi materi serta menjawab pertanyaan para peserta, yaitu di antaranya tentang cara menangkal berita-berita yang mengandung kebohongan (hoaks) dan ujaran kebencian.

“Untuk menangkal dan menolak hoaks, setiap menerima informasi harus dibiasakan untuk mengecek dan mencari tahu lebih jauh tentang kebenaran informasi itu, sebelum menyebarkannya kepada orang lain,” kata Anita, Minggu (24/3/2019).

Inayah menambahkan bahwa dalam negara demokrasi berdasarkan Pancasila, perbedaan pandangan dan keyakinan yang dimiliki setiap orang itu lumrah dan tidak seharusnya dijadikan bahan pertentangan yang justru bisa membahayakan persatuan bangsa.

“Apapun dan siapapun kita ini, yang penting adalah kita harus bisa saling menghargai perbedaan yang ada dan tidak memaksakan pandangan yang kita yakini kepada orang lain, yang bisa menyebabkan perpecahan dan permusuhan yang berujung saling menyakiti satu sama lainnya,” tutur Inayah, Minggu (24/3/2019).

Ketua Yayasan Dr. Sjahrir, Ibu Kartini Sjahrir sebagai ketua rombongan menyebutkan bahwa kedatangan Ibu Sinta ke Hong Kong merupakan bagian dari rangkaian kunjungan ke berbagai negara dalam rangka mempromosikan peningkatan wawasan kebangsaan dan peranan perempuan Indonesia.

News Feed