by

Keputusan Ijtima ulama: Golput Hukumnya Haram

Diputuskan dalam Ijtima ulama, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan sikap golput di pemilu hukumnya haram.

“Pilihlah wakil-wakil (di pemilu) yang memenuhi syarat, itu wajib hukumnya. Memilih hukumnya wajib, golput hukumnya haram,” ujar Sekum MUI DIY, KRT H Ahmad Muhsin Kamaludiningrat dinukil dari detikcom, Selasa (26/3/2019).

Terang KRT H Ahmad Muhsin Kamaludiningrat bahwa, fatwa haram golput tersebut merupakan hasil ijtima’ ulama di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, tahun 2014 . Dan fatwa ini masih berlaku.

Jelasnya, dalam fatwa tersebut disebutkan ada empat syarat yang harus dimiliki calon pemimpin. Jika salah satu dari keempat syarat itu terpenuhi, maka menjadi kewajiban bagi seorang muslim untuk memilihnya.

Keempat syarat yang dimaksud yakni siddiq (jujur), amanah (terpercaya), tabligh (aspiratif dan komunikatif), dan fatonah (cerdas atau memiliki kemampuan). Selain keempat syarat itu pimpinan juga harus beriman dan bertakwa.

“Kan mereka (masyarakat) bisa melihat siapa 01, 02, kualitasnya semua ada. Tinggal pilih saja mana yang (terbaik). Saya kira dari 01 dan 02 empat persyaratan itu meskipun tingkatannya beda-beda tapi pasti ada,” ungkapnya.

Oleh karenanya, bagi MUI tidak ada alasan untuk bersikap golput. “Nggak benar (sikap golput), menurut saya (golput) nggak benar. Pokoknya bagaimana pun pasti ada calon yang memenuhi (syarat) meski tidak seluruhnya empat harus ada, ada dua, satu, ya harus dipilih lah,” pungkas Muhsin

News Feed