by

GAMMI-HK Merayakan Milad Dengan Acara Penyuluhan Bea dan Cukai bagi PMI

Menyadari pentingnya PMI (Pekerja Migran Indonesia) mengetahui tentang pajak barang di bandara, Gabungan Migran Muslim Indonesia di Hong Kong (GAMMI HK) rayakan miladnya dengan mengadakan acara penyuluhan tentang bea dan cukai, Minggu (24/3/2019).

“Penyuluhan ini penting sekali diadakan, karena kawan-kawan PMI kurang paham tentang permasalahan bea dan cukai serta masih banyak yang menjadi korban calo,” kata Romlah Rosidah, ketua GAMMI Hong Kong kepada Migran Pos, Senin (25/03/2019).

Hadir sebagai narasumber  dalam acara penyuluhan tersebut, Konsul Bea dan Cukai KJRI HK Imik Eko Putro.

Menurut Imik, belum banyak PMI yang mengetahui tentang jenis  barang dan nilai maximal yang boleh dibawa pulang ke tanah air tanpa perlu membayar pajak. Jenis barang  yang bisa dibawa tanpa beban pajak tersebut adalah barang personal atau kebutuhan dari seseorang yang jumlah harga barang maksimal senilai US$500 atau sekitar tujuh juta rupiah.

“Barang yang dibawa seseorang dalam bepergian dengan batasan nilainya US$500 per orang, akan mendapatkan fasilitas bebas masuk,” kata Imik kepada peserta penyuluhan, Minggu (24/03/2019).

Selain memaparkan tentang bea dan cukai, Imik juga menjelaskan bagaimana cara mengatur keuangan yang baik, mengenal cara kerja sindikat narkoba dan cara nenghindarinya, agar PMI tidak mudah terjebak oleh jaringan penyebaran narkoba antar negara.

Acara yang mengusung tema; “Perempuan migran muslimah, bangun kesadaran, perkuat persatuan, maju dan berjuang bersama GAMMI” tersebut  selain diadakan untuk merayakan milad GAMMI-HK ke-13 juga diselenggarakan dalam rangka memperingati hari Isra Mi’raj 1440 H.

News Feed